Rabu, 19 Maret 2014

mamfaat daun alpukat

www.mamfaat daun alpukat.com










GUNA SARI DAUN ALPUKAT
 (Persea americana miller) BAGI KESEHATAN









Oleh :



Ketua:
Masdalena, SKM

Pelindung :
Aibda Ardianto



Anggota:
Ns. Zukhri Ramazoldi,Skep
Rosalina,Amd Kep



















DAFTAR ISI

JUDUL
DAFTAR ISI........................................................................................................ 11
DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... 111

BAB I   PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang Masalah........................................................................ 3
1.2  Rumusan Masalah................................................................................. 3
1.3  Tujuan Penelitian................................................................................... 3
1.4  Mamfaat Penelitian........................................................................ ....... 3
1.5  Ruang lingkup Penelitian............................................................... ....... 3

BAB II                                                                                          TINJAUAN PUSTAKA                        5
2.1  Sejarah daun alpukat............................................................................. 5
2.2  Taksonomi daun alpukat ...................................................................... 7
2.3  Kandungan  daun alpukat............................................................. ....... 8
2.4  Mamfaat daun alpukat................................................................... ..... 12

BAB III METODE PENELITIAN.................................................................... 20
3.1  Tempat dan waktu penelitian.............................................................. 20
3.2  Populasi dan Sampel........................................................................... 20
3.3  Teknik pengolahan data...................................................................... 20
3.4  Anlisa data.......................................................................................... 20
3.5  Penyajian data  ............................................................................. ..... 20

BAB IV HASIL  PENELITIAN........................................................................ 22
4.1  Model kemasan yang akan dibuat....................................................... 22
4.2  Cara kerja............................................................................................ 23

BAB  V KESIMPULAN DAN SARAN............................................................ 24
5.1  kesimpulan.......................................................................................... 24
5.2  saran .............................................................................................. ..... 24

DAFTAR PUSTAKA

 LAMPIRAN





















DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran  : 
a.       Gambar pembuatan air perasan daun alpukat
b.      Gambar model kemasan saringan
c.       Susunan tim penyusun sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
d.      Tabel model merek bagian atas tali saringan
e.       Daftar riwayat hidup
f.       Selamat datang ke nagari KINARI

















































BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Tumbuhan merupakan keragaman hayati yang selalu ada di sekitar kita, baik itu yang tumbuh secara liar maupun yang sengaja dibudidayakan. Sejak zaman dahulu, tumbuhan sudah digunakan sebagai tanaman obat, walaupun penggunaannya disebarkan secara turun-temurun maupun dari mulut ke mulut (Yuniarti, 2008 : 3).
Tanaman avocado yang terkenal dengan nama alpukat (Persea americana miller) sangat banyak di temukan di Indonesia. Walau bukan tanaman asli Indonesia, tetapi keberadaannya tidak asing lagi bagi masyarakat. Tanaman alpukat dapat kita jumpai pada daerah beriklim tropis (Hetty, 1992 : 5).
Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah, yaitu Meksiko, Peru, hingga Venezuela. Kini alpukat telah menyebar ke seluruh dunia hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Filifina (Sunarjono, 2008 : 131).
 Tanaman alpukat (Persea americana miller) berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 15 Meter. Ranting tegak dan berambut halus. Daun bulat berdesak-desakan di ujung ranting dengan bentuk bulat telur. Buah berbentuk seperti bola lampu atau bulat telur yang licin dan berwarna hijau atau hijau kekuningan. Terkadang buah berbintik, tanaman alpukat tumbuh di daerah tropis beriklim sejuk dan basah. Perbanyakan tanaman alpukat dengan biji dan okulasi pada tanah gembur dan subur (Mursito, 2007 : 40).
 Buah alpukat (Persea americana miller) memiliki kandungan lemak cukup tinggi, yakni berkisar antara 4% - 5% tergantung pada varietasnya, tingkat ketuaan, dan lokasi tumbuhnya. Buah alpukat mengandung banyak vitamin A, B, E, serta mineral yang umumnya lebih tinggi dari pada buah-buahan lain. Nilai kolori buah alpukat (Persea americana miller) hampir tiga kali kalori buah pisang ambon. Buah alpukat (Persea americana miller) bahkan dinyatakan baik bagi penderita penyakit kencing manis (diabetes melithus) dan kolesterol tinggi. Selain itu, bagian-bagian tanaman seperti daun dan biji memiliki daya terapik yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit (Kanisius, 1997 : 19).
Daun alpukat (Persea americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai diuretik dan menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain itu, berkhasiat untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala. Daun yang dibuat teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran pernapasan dan haid tidak teratur. Biji berkhasiat sebagai anti radang, menghilangkan rasa sakit, menyembuhkan sariawan mulut, dan mengatasi diabetes melitus. Bubuk biji dapat menyembuhkan bengkak karena radang (Tersono, 2008 : 42).
Kandungan zat aktif yang terdapat di daun alpukat (Persea americana miller) adalah flavonoid dan quersetin (Mursito, 2007 : 41).
 Indonesia merupakan negara yang terkenal akan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah. Beraneka ragam tanaman dapat ditemukan di Indonesia. Hal tersebut didukung oleh iklim tropis dan posisi strategis Indonesia yang dilewati olah garis khatulistiwa. Kekayaan flora yang dimiliki tersebut kemudian banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari diantaranya sebagai tanaman obat. Masyarakat Indonesia sejak dahulu kala telah melakukan serangkaian upaya penanggulangan penyakit menggunakan bahan-bahan dari alam sebagai pengobatan tradisional. Menurut Departemen Kesehatan RI, tanaman obat yaitu tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau jamu; tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai formula bahan baku obat; atau tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksikan, dan ekstraksi tersebut digunakan sebagai obat (Siswanto 1997).
Banyak orang beranggapan bahwa penggunaan dari obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetis atau buatan pabrik. Penggunaan obat tradisional semakin meningkat diantaranya juga dikarenakan krisis ekonomi yang berpengaruh kepada daya beli masyarakat terhadap obat sintetis atau buatan pabrik. Namun demikian bukan berarti obat tradisional tidak memiliki efek samping yang merugikan. Untuk itu perlu diketahui kandungan dan penggunaan yang optimal dari obat tradisional tersebut. Berbagai jenis tanaman dengan berbagai tujuan pengobatan telah dijadikan alternatif pengobatan bagi masyarakat yang kemudian didukung oleh penelitian dari berbagai instansi. Beberapa tanaman yang telah populer antara lain temulawak sebagai hepatitis dan entritis, kunyit sebagai antiseptik dan untuk arthritis serta hepatitis, kumis kucing sebagai diuretik, dan banyak lainnya (Katno dan S. Pramono 2009).
Pohon alpukat merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia selama ini dikenal hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan sedangkan daunnya hanya dianggap sebagai limbah oleh masyarakat. Namun ternyata, daun  alpukat merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun ini secara empiris dipercaya sebagai diuretik yaitu menambah volume urin yang dihasilkan saat urinasi untuk mengurangi tekanan darah dan masalah batu ginjal (Yuniarti 2008)
Diuretik dipercaya menjadi salah satu cara yang ampuh untuk menangani masalah hipertensi dan batu ginjal dan merupakan salah satu rekomendasi antihipertensi dari WHO tahun 2003 dan JNC (Japan Nuclear Cycle Development Institute) VII (Anonim 2005a). Selain itu, penelitian dan pengembangan tumbuhan obat yang berkhasiat diuretika ini merupakan salah satu prioritas Departemen Kesehatan Republik Indonesia didalam penggalian, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia (Hembing 1992).
 Karena mamfaatnya begitu banyak maka saya tertarik untuk mempermudah mengkomsumsinya dalam bentuk saringan yang dapat dicelupkan langsung untuk diminum oleh masyarakat, Untuk itu penelitian ini dilakukan agar dapat memberikan nilai tambah bagi daun alpukat untuk meningkatkan derajat kesehatan.

1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan

1.3         Tujuan Penelitian
Tujuan umum
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kegunaan sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehan
Tujuan kusus
a.    diketahuinya distribusi frekuensi sejarah sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
b.    diketahuinya distribusi frekuensi Taksonomi sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
c.    diketahuinya distribusi frekuensi kandungan sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
d.   diketahuinya distribusi frekuensi mamfaat  alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan

1.4       Manfaat Penelitian
1.      untuk dapat menambah wawasan dalam mengembangkan kemampuan penelitian.
2.      Daun alpukat yang telah dihaluskan,dijemur  ,kering,kemudian,diambil satu sendok dicampur gula satu sendok kemudian dimasukkan dalam gelas yang telah berisi air panas,hal ini saya minum satu gelas setiap hari pengganti kopi
3.      Untuk memberi informasi dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat tentang khasiat perasan sari  daun alpukat (Persea americana miller) bagi kesehatan
4.      Diharapkan dengan adanya penelitian ini menambah pengetahuan tentang kesehatan bagi masyarakat.
5.      Dapat dijadikan rujukan referensi bagi penelitian selanjutnya yang sejenis
6.      penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak berkenan membimbing / membantu saya untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi    
           


7.      penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak berkenan menerima  saya bekerja diperusahaan pemerintah atau badan pemerintahan /LIPI  yang  bapak  / atau ibu pimpin atas pertimbangannya saya ucapkan terima kasih
           


1.5         Ruang lingkup penelitian
Penelitian ini dengan judul sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan sub variabel dari penelitian ini adalah sejarah, toksonomi, kandungan dan mamfaat sari daun alpukat, penelitian ini dilakukan bulan februari 20013, dengan sampelnya daun alpukat
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1        Sejarah  Alpukat
Nama apokat atau avokad (dari bahasa Inggris, avocado) berasal dari bahasa Aztek, ahuacatl (dibaca kira-kira "awakatl"). Suku Aztek berada di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Karena itu, buah ini pada awalnya dikenal di daerah tersebut, Pada saat pasukan Spanyol memasuki wilayah tersebut sekitar awal abad ke-16, berbagai tumbuhan dari daerah ini, termasuk apokat, diperkenalkan kepada penduduk Eropa, Orang pertama yang memperkenalkan buah apokat kepada penduduk Eropa yaitu Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol. Dia memperkenalkan buah ini pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan kakao, jagung, dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah apokat mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
Apokat diperkenalkan ke Indonesia oleh Belanda pada abad ke-19. Anda tentu sudah mengetahui buah alpukat (Persea Americana) yang berwarna hijau tua dan buah dagingnya berwarna hijau muda dan empuk. Namun apakah anda sudah mengetahui bahwa manfaat biji alpukat bagi kesehatan juga sangat baik, jadi bukan hanya daging buahnya yang lezat dan bermanfaat untuk kesehatan kita. Alpukat ini merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan mulai diperkenalkan di Indonesia sekitar abad ke 19 pada saat pemerintahan colonial Belanda. Nah di bawah ini adalah beberapa manfaat dari biji alpukat yang bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsinya. Alpukat atau dalam lainnya dikenal dengan nama Persea Americana adalah jenis tanaman pekarangan yang berasal dari meksiko dan amerika tengah.Tanaman ini mulai diperkenalkan di Indonesia sekitar abad ke 19 oleh pemerintahan Kolonial belanda.Hingga saat ini,tanaman alpukat sudah berkembang dan memiliki beberapa varietas unggulan.Tanaman Alpukat memiliki sejarahnya sendiri yang memang menarik untuk di ketahui.Nama alpukat konon berasal dari bahasa Aztek yaitu 'ahuacatl' (dibaca 'awakatl'),satu bahasa yang digunakan oleh suku Aztek yang bermukim di wilayah amerika tengah,dan di percaya bahwa tanaman ini awalnya memang berasal dari daerah ini. Pada abad ke 16,dimana pasukan spanyol memasuki wilayah amerika,buah alpukat mulai diperkenalkan ke pasar eropa oleh Salah satu pemimpin pasukan yang bernama Martin Fernandez Enciso.maka sejak periode tersebut,buah alpukat mulai dikenal dan dikonsumsi olah masyarakat eropa.
Ciri ciri tanaman alpukat : Tinggi pohon alpukat bisa mencapai 20 m. Ukuran daun 12 s/d 25 cm. Bunga tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan memiliki ukuran 5-10 mm.Buah bertipe buni,memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan.Buah tumbuh tergantung pada varietasnya.Daging buah alpukat berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji. Daging buah memiliki tekstur lembut subtropis beriklim sejuk dan basah Perbanyakan tanaman alpukat dengan biji dan okulasi pada tanah gembur dan subur (Mursito, 2007 : 40).
Buah alpukat (Persea americana miller) memiliki kandungan lemak cukup tinggi, yakni berkisar antara 4% - 5% tergantung pada varietasnya, tingkat ketuaan, dan lokasi tumbuhnya. Buah alpukat mengandung banyak vitamin A, B, E, serta mineral yang umumnya lebih tinggi dari pada buah-buahan lain. Nilai kolori buah alpukat (Persea americana miller) hampir tiga kali kalori buah pisang ambon. Buah alpukat (Persea americana miller) bahkan dinyatakan baik bagi penderita penyakit kencing manis (diabetes melithus) dan kolesterol tinggi. Selain itu, bagian-bagian tanaman seperti daun dan biji memiliki daya terapik yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit (Kanisius, 1997 : 19). Daun alpukat (Persea americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai diuretik dan menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain itu, berkhasiat untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala. Daun yang dibuatseperti teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran pernapasan dan haid tidak teratur. Biji berkhasiat sebagai anti radang, menghilangkan rasa sakit, menyembuhkan sariawan mulut, dan mengatasi diabetes melitus. Bubuk biji dapat menyembuhkan bengkak karena radang (Tersono, 2008 : 42).
Kandungan zat aktif yang terdapat di daun alpukat (Persea americana miller) adalah flavonoid dan quersetin (Mursito, 2007 : 41). quersetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi dari Low Densitys alat vegetatif, pada batasnya terdapat daun berbentuk tunggal dan tersusun dalam bentuk spiral. Daun alpukat disebut daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja, tanpa upih atau pelepah daun. Bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat pengambilan dan pengolahan zat-zat makanan serta alat penguapan air dan pernapasan, daun berwarna hijau tua dan pucuk hijau muda sampai agak kemerahan (Indriani dan Sumiarsih, 1992 : 2).



2.2         Taksonomi Daun Alpukat
Berdasarkan taksonominya tanaman ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Laurales
Family : Lauraceae
Genus : Persea
Spesies : Persea americana miller
(Kanisius, 1997 : 17).
Daun tumbuh berdesakan di ujung ranting. Bentuk daun ada yang bulat telur atau menjorong dengan panjang 10-20 cm, lebar 3 cm, dan panjang tangkai 1,5-5 cm. bunga berbentuk malai, tumbuh dekat ujung ranting dengan jumlah banyak, garis tengah 1-1,5 cm, warna putih kekuningan, berbulu halus. Buah berbentuk bola berwarna hijau atau hijau kekuningan dan biji berbentuk bola (Tersono, 2008 : 42).
Daun merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk mempertahankan kehidupan mengingat fungsinya tersebut, maka alat ini sering disebut dengan alat vegetatif, pada batasnya terdapat daun berbentuk tunggal dan tersusun dalam bentuk spiral. Daun alpukat disebut daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja, tanpa upih atau pelepah daun. Bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat pengambilan dan pengolahan zat-zat makanan serta alat penguapan air dan pernapasan, daun berwarna hijau tua dan pucuk hijau muda sampai agak kemerahan (Indriani dan Sumiarsih, 1992 : 2).
Tumbuhan merupakan keragaman hayati yang selalu ada di sekitar kita, baik itu yang tumbuh secara liar maupun yang sengaja dibudidayakan. Sejak zaman dahulu, tumbuhan sudah digunakan sebagai tanaman obat, walaupun penggunaannya disebarkan secara turun-temurun maupun dari mulut ke mulut (Yuniarti, 2008 : 3).
Tanaman avocado yang terkenal dengan nama alpukat (Persea americana miller) sangat banyak di temukan di Indonesia. Walau bukan tanaman asli Indonesia, tetapi keberadaannya tidak asing lagi bagi masyarakat. Tanaman alpukat dapat kita jumpai pada daerah beriklim tropis (Hetty, 1992 : 5).Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah, yaitu Meksiko, Peru, hingga Venezuela. Kini alpukat telah menyebar ke seluruh dunia hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Filifina (Sunarjono, 2008 : 131).
Tanaman alpukat (Persea americana miller) berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 15 Meter. Ranting tegak dan berambut halus. Daun bulat berdesak-desakan di ujung ranting dengan bentuk bulat telur. Buah berbentuk seperti bola lampu atau bulat telur yang licin dan berwarna hijau atau hijau kekuningan. Terkadang buah berbintik, tanaman alpukat tumbuh di daerah tropis, Buah Alpukat ini juga sering disebut juga dengan nama apokat. Pohon Alpukat ini berasal dari negara Meksiko dan negara Amerika Tengah. Tinggi Pohon Alpukat bisa mencapai hingga 20 m. Bunga tumbuhan Alpukat berwarna hijau kekuningan. Daging buah Apokat bertekstur lembut. Buah Alpukat sering kali dijadikan sebagai jus, namun juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan bisa juga untuk pengobatan dan kecantikan kulit

2.3       Kandungan daun alpukat
2.3.1    Flavonoid
Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik. Flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus.
Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik. Flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus.
Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam dan terkandung pada tumbuhan, baik di daun, batang, buah maupun bunga. SENYAWA FLAVONOID merupakan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman hijau, kecuali alga. Pada umumnya flavonoid terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae) dan terdapat pada hampir semua bagian tanaman. Sebagai pigmen bunga flavonoid berperan sebagiai penarik serangga yaitu untuk menyerbuk bunga
Flavonoid yang terkandung dalam tumbuhan dapat diekstraksi dengan berbagai macam pelarut. Pemilihan pelarut biasanya didasarkan atas kepolaran pelarut yang disesuaikan dengan flavonoid. Flavonoid bersifat polar sehinggan mudah larut dalam pelarut polar seperti: air, etanol, aseton, butanol, dll. Flavanoid adalah senyawa yang dapat menguap dengan mudah jika berada dalam kondisi murni
istilah flavonoida diberikan untuk senyawa-senyawa fenol yang berasal dari kata flavon, yaitu nama salah satu jenis flavonoida yang terdapat dalam jumlah besar dalam tumbuhan. Senyawa-senyawa flavon ini mempunyai kerangka 2-fenilkroman, dimana posisi orto dari cincin A dan atom karbon yang terikat pada B dari cincin 1,3-diarilpropanan dihubungkan oleh jembatan oksigen sehingga membentuk cincin heterosiklik Flavonoid yang lazim adalah flavon, flavonol, flavanon, isoflavon, dan khalkon. Flovonoid tersusun dari dua cincin aromatis yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga dengan susunan C6-C3-C6. Senyawa flavanoid sering ditemukan dalam bentuk glikosida.Flavonoid merupakan sejenis senyawa fenol terbesar yang ada, senyawa ini terdiri dari lebih dari 15 atom karbon yang sebagian besar bisa ditemukan dalam kandungan tumbuhan.Flavonoid juga dikenal sebagai vitamin P dan citrin, dan merupakan pigmen yang diproduksi oleh sejumlah tanaman sebagai warna pada bunga yang dihasilkan.Bagian tanaman yang bertugas untuk memproduksi flavonoid adalah bagian akar yang dibantu oleh rhizobia, bakteri tanah yang bertugas untuk menjaga dan memperbaiki kandungan nitrogen dalam tanah.
Manfaat utama flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan yang bisa menghambat proses penuaan dan mencegah berkembangnya sel kanker.
Selain itum flavonoid juga berfungsi sebagai :
1.      melindungi struktur sel dalam tubuh
2.      meningkatkan penyerapan dan penggunaan vitamin C dalam tubuh
3.      sebagai obat anti inflamasi
4.      mencegah pengeroposan tulang
5.      sebagai antibiotik
6.      sebagai antivirus, bahkan fungsinya sebagai antivirus HIV/AIDS telah banyak diketahui dan dipublikasikan
7.      mengahambat pertumbuhan kolesterol jahat LDL dalam darah
8.      mencegah terjadinya atherosklerosis, suatu keadaan di mana dinding arteri menjadi lebih tebal
9.      membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
10.  sebagai pencegah terjadinya beberapa macam penyakit
11.  untuk mengobati beberapa macam penyakit
Salah satu jenis tanaman yang dipercaya dan terbukti memiliki kandungan flavonoid yang cukup tinggi adalah tanaman cokelat. (nn)
2.3.2        Querstin
Quersetin adalah senyawa kelompok flavonol terbesar, quersetin dan glikosidannya berada dalam jumlah sekitar 60-75% dari flavonoid. Quersetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya proses peroksidasi lemak, Quersetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi dari Low Density lipoproteins (LDL) dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam transisi makanan yang telah digoreng atau dimasak memiliki kandungan kuersetin yang lebih rendah,pemasakan dapat menyebabkan terjadinyanya proses dedgradasi oleh panas dan dapat melarutkan kuersetin dari air yang mendidih (www.q=flavonoid+quersetin).
Daun merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk mempertahankan kehidupan mengingat fungsinya tersebut, maka alat ini sering disebut dengan alat vegetatif, padabatasnya terdapat daun berbentuk tunggal dan tersusun dalam bentuk spiral. Daun alpukat disebut daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja, tanpa upih atau pelepah daun. Bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat pengambilan dan pengolahan zat-zat makanan serta alat penguapan air dan pernapasan, daun berwarna hijau tua dan pucuk hijau muda sampai agak kemerahan (Indriani dan Sumiarsih, 1992 : 2
Daun alpukat (Persea americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai diuretik dan menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain itu, berkhasiat untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala. Daun yang dibuat teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran pernapasan dan haid tidak teratur (Tersono, 2008 : 42).
2.3.3        Polifenol
Polifenol adalah sub-kelompok fitonutrien yang ditemukan dalam makanan seperti bawang, teh, anggur dan kacang-kacangan tertentu. Polifenol alami melindungi tanaman melawan patogen, parasit dan predator, dan sering berkontribusi pada rasa dan warna buah dan sayuran. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur.
Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
Polifenol dapat ditemukan pada kacang-kacangan, teh hijau, teh putih, anggur merah, anggur putih, minyak zaitun dan turunannya, cokelat hitam, dan delima.Kadar polifenol yang lebih tinggi dapat ditemukan pada kulit buah seperti pada anggur, apel, dan jeruk.Polifenol (polyphenol) merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan dan bersifat antioksidan kuat.
Polifenol adalah kelompok antioksidan yang secara alami ada di dalam sayuran (brokoli, kol, seledri), buah-buahan(apel, delima, melon, ceri, pir, dan stroberi), kacang-kacangan (walnut, kedelai, kacang tanah), minyak zaitun, dan minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red wine). Polifenol umumnya banyak terkandung dalam kulit buah, sehingga ada benarnya kalau kita dihimbau untuk mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya.Polifenol ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara mengikat radikal bebas sehingga mencegah proses inflamasi dan peradangan pada sel tubuh. Polifenol juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, alzheimer, dan kanker.Senyawa polifenol terdiri dari beberapa subkelas yakni, flavonol, isoflavon (dalam kedelai), flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin seperti epikatekin, epigalo-katekin, apigalo-katekin galat, dan quercetin umumnya ditemukan dalam teh dan apel. Dua unsur terakhir merupakan antioksidan kuat, dengan kekuatan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan vitamin E yang dikenal sebagai antioksidan potensial. Jenis polifenol lain adalah tanin (terkandung dalam teh dan cokelat), yang sedang hangat diperbincangkan di dunia kesehatan. Yang paling sering diperbincangkan adalah katekin, quercetin dan tannin yang sedang naik daun,termasuk yang peling mudah kuingat.Semua jenis teh mengandung polifenol dalam bentuk epigallocatechin gallate (EGCG).
Tumbuhan yang hidup disekitar kita memiliki kandungan kimia yang unuk. Kimia bahan alam yangmerupakan hasil dari metabolisme sekunder. Bahan kimia yang dimaksud biasanya di gunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam bidang farmasi. Salah satu kelompok senyawa yang banyak memberikan manfaat bagi manusia adalah polifenol. Senyawa yang termasuk kedalam polifenol ini adalah semua senyawa yang memiliki struktur dasar berupa fenol.
Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Fenol sendiri merupkan struktur yang terbentuk dari benzenate rsubtitusi dengan gugus OH yang terkandungmerupakan aktivator yang kuat dalamreaksi subtitusi aromatik elektrofilik (Fessenden,1982).
Fenol Polifenol dapat diklasifikasikan menjadi beberpa jenis berdasarkan unit basanya(Wikipedia.com)antara lain Asam Galia, Asam Sinamat, dan Flavon. Selain itu senyawa-senyawa polifenol jikaberdasarkan komponen penyusun fenolnya dapaat dibagi menjadi Fenol, pyrocatechol, pirogallol,resorsinol, floroglucinol, dan hidroquinon. Jenis-jenis diatas akan dibahas dalam makalah ini. Selainitu juga makalah ini juga akan membahas salah satu contoh senyawa polifenol yang ada didalam teh yang sering kita konsumsi. Senyawa yang dimaksud antara lain epicatechin dan epigallocatechin. Senyawa ini akandibahs tentang reaksi oksidasi dan biosintesis dari turunan epigallocatechin yangberupa senyawa Epigallocatechin gallate (EGCG).Kerena polifenol banyak dimanfaatkan oleh manusia dan sebagian telah diproduksi dengan cara disintesis secara industri sebagai obat. Itulah sebabnya kita akan membahas tentang beberapa contoh dan fungsi-fungsi senyawa polifenol. KLASIFIKASI POLIFENOL Berdasarkan Unit basa. Polifenol jika diklasifikasikan berdasarkan unit basanya di bagi menjadi kelompok 3 kelompok besar yaitu asam galic, polivenol, Flavon, asam sinamat.Asam GalicSenyawa ini memiliki struktur benzen yang tersubtitusi dengan 3 gugus OH dan satu gugus Karboksilat. Contohnya seperti jenis hydrolyzabletannins yang merupakan jenis tanin yangdapat larut di dalam ai rmembentuk asam gallic dan asam protocatechuic dan gula. Contoh jenis ini adalah gallotanin (Anonim, 2009).

2.3.4        Mamfaat daun alpukat
a.       Batu Ginjal
Daun alpukat berperan sebagai diuretik, karena daun alpukat memberikan pengaruh terhadap  peningkatan pengeluaran jumlah urin,dosis optimum ekstrak daun alpukat untuk peningkatan pengeluaran jumlah urin adalah dosis 100 mg/kg bb
(Andi citra adha.2009).
 Ambil tujuh helai daun alpukat segar, seduh dengan setengah gelas air panas. Minum dua kali sehari pagi dan sore, hingga batu ginjal keluar. Bahan yang diperlukan : ambil 4 lembar daun alpokat, kemudian 3 buah rimpang teki, siapkan juga 5 tangkai daun randu, lalu setengah biji pinang, 1 buah pala dan 3 jari gula enau. Cara membuat ramuan : semua bahan dicuci hingga lalu direbus dengan menggunakan 3 gelas air bersih sampai mendidih dan tersisa kira kira 2 1/4 gelas. Setelah ramuan dingin kemudian disaring lalu diminum 3 x 3/4 gelas.
 Ambil tujuh helai daun alpukat segar, seduh dengan setengah gelas air panas. Minum dua kali sehari pagi dan sore, hingga batu ginjal keluar.Batu ginjal Batu Ginjal Ambil tujuh helai daun alpukat segar, seduh dengan setengah gelas air panas.Minum dua kali ehari pagi dan sore, hingga batu ginja lkeluar.Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Kencing batu: :4 lembar daun alpukat, 3 buah rimpang rumput teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula aren.3 gelas air. Cara membuatnya : Semua bahan dicuci sampai bersih lalu rebus hingga air tersisa 2,25 gelas. Setelah dingin, saring dan minum pada pagi, siang dan sore masing-masing 3/4 gelas (sehari 3x3/4 gelas) Buah Alpukat Untuk Obat
b.      Menghaluskan Kulit
Vitamin E dan vitamin A Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda , segar dan  bercahaya. Buah alpukat dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama sekitar 30 menit.b. Haluskan setengah buah alpukat matang, lalu campurkan dengan sebutir kuning telur dan setengah cangkir susu. Aduk rata, dan gunakan sebagai susu pembersih. Sesudahnya gunakan toner pembersih yang sesuai dengan kulit wajah Anda Buah alpukat dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama sekitar 30 menit. Haluskan setengah buah alpukat matang, lalu campurkan dengan sebutir kuning telur dan setengah cangkir susu. Aduk rata, dan gunakan sebagai susu pembersih. Sesudahnya gunakan toner pembersih yang sesuai dengan kulit wajah Anda. Menghaluskan Kulit Buah alpukat dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama sekitar 30 menit.b. Haluskan setengah buah alpukat matang, lalu campurkan dengan sebutir kuning telur dan setengah cangkir susu. Aduk rata, dan gunakan sebagai susu pembersih. Sesudahnya gunakan toner pembersih yang sesuai dengan kulit wajah Anda.
Menghaluskan kulit : Haluskan buah alpukat dan setelah itu balurlah merata selama 30 menit pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat
c.       Kulit Wajah Kering
Sebuah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada wajah. Gunakan sebagai masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit. Setelah kering, cuci wajah dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es batu. Lakukan pada malam hari sebelum tidur. Bahan yang diperlukan : Buah alpukat yang sudah masak Cara membuat : diambil daging buahnya kemudian dilumatkan hingga menyerupaii bubur. Pakailah untuk masker, yait dengan cara memoles bagian muka yang kering. Selanjutnya muka yang sudah dimasker tadi dibasuh dengan menggunakan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering. Sebuah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada wajah. Gunakan sebagai masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit. Setelah kering, cuci wajah dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es batu. Lakukan pada malam hari sebelum tidur. Kulit muka kering :  buah dibuat bubur, dipakai sebagai masker..Kulit Wajah Kering Sebuah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada wajah. Gunakan sebagai masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit. Setelah kering, cuci wajah dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es batu. Lakukan pada malam hari sebelum tidur. Alpukat Untuk Kulit muka kering: Bahan yang diperlukan : Buah alpukat yang sudah masak Cara membuat : diambil daging buahnya kemudian dilumatkan hingga menyerupaii bubur. Pakailah untuk masker, yait dengan cara memoles bagian muka yang kering. Selanjutnya muka yang sudah dimasker tadi dibasuh dengan menggunakan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.
d.      Sakit Pinggang
Lima helai daun alpukat direbus dengan dua gelas air sampai airnya tinggal segelas. Setelah diangkat, embunkan air tersebut semalam. Esok pagi baru diminum, lakukan hal in iselama seminggu.Sakit Pinggang Lima helai daun alpukat direbus dengan dua gelas air sampai airnya tinggal segelas. Setelah diangkat, embunkan air tersebut semalam. Esok pagi baru diminum, lakukan hal ini selama seminggu. Untuk sakit punggung : Rebus 5 helai daun alpukat dan 500 cc air hangat tinggal setengahnya. embunkan semalaman dan minum keesokan harinya. lakukan seminggu berturut-turut
e.       Bengkak
Ambil satu buah alpukat, lumatkan. Tambahkan sedikit air sampai seperti bubur, lalu oleskan pada bagian tubuh yang sakit.BengkakAmbil satu buah alpukat, lumatkan. Tambahkan sedikit air sampai seperti bubur, lalu oleskan pada bagian tubuh yang sakit.
f.       Hipertensi
Daun alpukat mengandung Mineral, mangan dan seng yang Dapat meredakan tekanan darah tinggi dan dapat memantau denyut detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga Potasium atau Kalium Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.Alpukat kaya akan mineral kalium, tapi rendah kandungan natriumnya. Perbandingan ini mendorong suasana basa di dalam tubuh kita.
Tiga helai daun alpukat cuci bersih, seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, minum sekaligus satu kali sehari. Bahan yang dibutuhkan adalah 3 lembar daun alpokat Cara pembuatannya adalah daun dicuci hingga bersih kemudian diseduh dengan menggunakan 1 gelas air panas. Biarkan hingga dingin lalu diminum sekaligus. Menurunkan resiko stroke dan serangan jantung.Karena alpukat merupakan satu-satunya buah yang kaya lemak, bahkan kadarnya lebih dari dua kali kandungan lemak dalam durian. Darah tinggi: 3 lembar daun dicuci bersih diseduh dengan 1 gelas air panas dan gelas pun ditutup. Setelah dingin diminum sekaligus. Lakukan sehari sekali sampai terasa sembuh. HipertensiTiga helai daun alpukat cuci bersih, seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, minumsekaligus satu kali sehari. Buah Alpukat Untuk Darah tinggi : Bahan yang dibutuhkan adalah : 3 lembar daun alpokat Cara pembuatannya adalah daun dicuci hingga bersih kemudian diseduh dengan menggunakan 1 gelas air panas. Biarkan hingga dingin lalu diminum sekaligus.
g.      Sariawan
Aduk sebuah alpukat matang dengan dua sendok makan madu murni. Makan tiga kali sehari.Sariawan Aduk sebuah alpukat matang dengan dua sendok makan madu murni. Makan tiga kali sehari Sariawan. Daging buah yang masak dicampur dengan 2 sendok makan madu dilembutkan lalu dimakan. Diberikan setiap hari sampai sembuh. Untuk Sariawan : Aduk sebuah alpukat matang dengan dua sendok madu dan makan tiga kali sehari.
h.      Penghitam rambut
Satu buah alpukat dihaluskan dan dicampur dengan satu sendok teh air jeruk lemon. Kemudian gosokkan pada rambut, tutup dengan topi atau handuk dan diamkan selama satu jam. Selanjutnya bilas dengan air dan keramas seperti biasa. http://masjamal.blogdetik.com/2009/11/17/manfaat-daun-apukat/
i.        Gigi berlubang
Caranya adalah pada bagian gigi yang berlubang dimasukkan dengan menggunakan bubuk biji alpokat. Alpukat Untuk Sakit gigi berlubang: Caranya adalah pada bagian gigi yang berlubang dimasukkan dengan menggunakan bubuk biji alpokat, Sakit gigi berlubang:  bubuk biji alpokat dimasukkan pada gigi yang berlubang
j.        Kencing manis (diabetes melitus)
Hasil penelitian uji aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat dengan pemberian dosis berturut-turut 0,245 g/kg BB; 0,490 g/kg BB, dan 0,980 g/kg BB yang diberikan secara oral pada tikus hiperglikemik dengan menggunakan metode uji toleransi glukosa menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 0,980 g/kg BB dan 0,490 g/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus, sedangkan dosis 0,245 g/kg BB tidak menunjukkan efek yang berarti. Aktivitas hipoglikemik terjadi mulai menit ke-30 pada dosis 0,490 g/kg BB dan dosis 0,980 g/kg BB dan semakin berlanjut mendekati normal pada menit ke-90 dan 120 sedangkan pada dosis 0,245 g/kg BB aktivitas hipoglikemik terjadi pada menit ke-60 dan 90 lalu kemudian menurun pada menit ke-120.Pemberian variasi dosis ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat menunjukkan bahwa pada dosis 0,980 g/kg BB memberikan kadar glukosa darah terkuat (40,00%), diikuti oleh dosis 0,490 g/kg BB (26,82%) dan dosis 0,245 g/kg BB (22,82%) dengan taraf nyata 0,05. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis ekstrak etanol biji buah alpukat dapat meningkatkan aktivitas antidiabetes pada tikus yang dibuat hiperglikemik. Hasil skrining fitokimia terhadap simplisia dan ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat mengandung senyawa polifenol, tanin, flavonoid, triterpenoid, kuinon, monoterpenoid dan seskuiterpenoid, sedangkan saponin hanya terdeteksi dalam ekstrak. (ade zuhrotun, s.si., apt,2007, aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji buah alpukat (persea americana mill.)jatinangor fakultas farmasi universitas padjadjaran)
Caranya adalah Biji alpukat dipanggang di atas api kemudian dipotong menjadi kecil-kecil, setelah itu biji yang telah di potong-potong tadi digodok dengan menggunakan air bersih sampai airnya  menjadi coklat. kemudian disaring, lalu diminum setelah dingin. Sumber :contoh model terbaru. Blogspot .com
Buah Alpukat Untuk Kencing manis:Caranya adalah Biji alpukat dipanggang di atas api kemudian dipotong menjadi kecil-kecil, setelah itu biji yang telah di potong-potong tadi digodok dengan menggunakan air bersih sampai airnya menjadi coklat.
kemudian disaring, lalu diminum setelah dingin. Sumber : contoh model terbaru. blogspot.com
Apokat memiliki banyak manfaat. Bijinya digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna warna cokelat pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta menjadi bahan dasar untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan. Selain itu, daging buah alpukat untuk mengobati sariawan dan melembabkan kulit yang kering. Daun alpukat digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur.
Di atas adalah beberapa manfaat dari mengkonsumsi biji alpukat. Untuk mengkonsumsinya ada banyak sekali cara yang bisa kita gunakan dan salah satunya adalah dengan meminum rebusan dari biji alpukat. khasiat biji alpukat banyak sekali sebenarnya manfaat biji alpukat yang bisa kita dapatkan dan di atas adalah sebagian dari banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsi biji dari buah alpukat. Namun bukan  hanya untuk kesehatan saja, ternyata biji alpukat ini juga sering dimanfaatkan sebagai bahan pewarna industry tekstil karena kualitas warna yang dihasilkan dari biji alpukat ini cukup baik dan tahan lama atau bisa dikatakan tidak mudah luntur
Manfaat alpukat baik biji, batang, daun, dan buah Alpukat bisa dimanfaatkan baik sebagai tanaman obat, industri, ataupun lainnya.Bagian yang sering dimanfaatkan dari tanaman alpukat adalah Buah,Daun, dan Biji dan kulit batang. Biji Alpukat digunakan sebagai bahan pewarna pada industri tekstil, kualitas warna yang dihasilkan dari biji alpukat cukup baik dan memiliki sifat tidak mudah luntur.Bagian batang dari pohon alpukat bisa dimanfaatkan sebagai bahan baker,kulit pohon digunakan sebagai bahan perwarna coklat pada produk dari bahan yang terbuat dari kulit.Daging buah dan daun banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Alpukat termasuk buah yang istimewa karena mengandung lemak 20-30 kali lebih banyak dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Kandungan lemak ini dapat memberikan energi yang cukup ketika dikonsumsi. Jenis lemak yang dikandungnya adalah lemak tak jenuh tunggal yaitu asam oleat tunggal yang bersifat antioksidan kuat  , yang kebetulan mudah dicerna dan berguna bagi  tubuh.
Dengan demikian, alpukat menyedikan energi yang cukup tinggi dibalik rasanya yang gurih dan lezat serta tidak pahit. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.Buah alpukat mengandung vitamin E sebesar 3,4 mg/100 gr.
Berbeda dengan buah-buah lainnya, alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit gula tetapi banyak mengandung serat. Untuk kecukupan asupan vitamin E dari alpukat dibutuhkan kira-kira ½ kg, dan untuk orang yang sakit dapat mengkonsumsi kira-kira 1 kg. Daya simpan alpukat cukup lama sekitar 10 hari pada suhu kamar tetapi bila disimpan pada suhu rendah (40C) bisa sampai 20 hari.
Buah dan daun buah alpukat mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, serta tanin. Daun alpukat mengandung polifenol, quersetin, dan gula alkohol. Alpukat juga mengandung betakaroten, klorofil, vitamin E, dan vitamin B-kompleks yang berlimpah dalam alpukat.
Jika dipilah, kandungan nutrisi yang dikandung satu buah alpukat adalah sebagai berikut: 95 mg fosfor; 23 mg kalsium; 1,4 mg zat  besi; 9 mg sodium; 1,3 mg potasium; 8,6 mg niacin; 660 mg vitamin A; dan 82 mg vitamin C.
Selain kaya lemak, buah alpukat juga kaya akan mineral yang kesemuanya berguna untuk mengatur fungsi tubuh dan menstimulasi pertumbuhannya Juga, kandungan serat secara simultan membantu proses pencernaan.
k.      Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke,  darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur
l.        makanan yang bisa meningkatkan kesuburan pada wanita.
Hasil penelitian menunjukkan.Konsumsi alpukat dan salad dengan campuran minyak zaitun dapat membantu wanita mendapatkan keturunan.. Hal ini berlaku khususnya bagi mereka yang tengah menjalani program bayi tabungatauin-vitrofertilization(IVF).
m.    Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan
n.      Khasiat Buah Alpukat berguna untuk membantu program diet
 dimana sifat dari buah alpukat ini yang bisa membantu menghilangkan lemak perut.Selain mengandung lemak nabati yang tergolong sehat dan bermanfaat bagi tubuh,alpukat juga mengandung senyawa fitonutrien. Senyawa ini berkemampuan memerangi lemak perut dan menjadikannya susut dan rata. Ketika anda menkonsumsi buah alpukat,buah tersebut akan memasok hormone pembakar lemak dalam tubuh yang akan membantu anda menghilangkan lemak perut. Serat yang terkandung pada buah alpukat juga bisa membuat kenyang lebih lama dan memiliki kemampuan mengendalikan nafsu makan.Para ilmuan berpendapa,lemak tak jenuh yang terkandung dalam alpukat bisa meningkatkan hormon penunda lapar yang disebut leptin.Hormon ini bisa merangsang otak untuk berhenti makan.
o.      Vitamin B6
Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan. Pada wanita  dapat meredakan rasa nyeri pada saat menstruasi. Sebaiknya pada saat menstruasi anda perbanyak makan alpukat biar rasa nyerinya  hilang.
p.      Zat besi dan tembaga
Dapat menambah darah. Zat besi dan tembaga yang terkandung di dalamnya membantu proses regenerasi darah merah dan mencegah anemia Dibawah ini  adalah beberapa khasiat alpukat untuk mengobati penyakit:
q.      Menurunkan kolesterol jahat
Membantu menurunkan kadar “kolesterol jahat”atau LDL dan menaikkan “kolesterol baik” atau HDL, sehingga secara nyata menekan resiko stroke dan serangan jantung. Untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dapat dengan cara mengkonsumsi ½ - 1½ buah alpukat matang. Cara pemakaian: Buah alpukat masak optimal dimakan dalam bentuk segar, konsumsi ini dilakukan setiap hari.
r.        Sakit perut dan disentri
Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
s.       Bengkak karena peradangan
 bubuk dari biji secukupnya ditambahkan dengan air bersih sampai menjadi bubur, kemudian dibalurkan pada bagian tubuh yang bengkak.. Campuran teh dan buah alpokat: untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri pada lambung, bengkak saluran nafas, rasa nyeri syaraf(neuralgia) dan haid tidak teratur. (sumber : http://vizuhailinamaya.blogspot.com/2011/12/khasiat-buah alpukat.html)






BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1       Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen , yaitu untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu (Notoatmojo, 2002 : 156).

3.2.1        Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1    Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di guci jl.lubuak dama kinari barat,kode pos 27382.
3.2.2    Waktu Penelitian
Penelitian ini telah di lakukan pada tanggal 2 Februari s/d 3 april  2012.

3.3         Populasi dan Sampel
3.3.1    Populasi
Populasi aadalah Keseluruhan objek yang diteliti (notoadmojo,2002).pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah alpukat
3.3.2    Sampel
Sampel yang diambil adalah total sampling yaitu daun sebanyak 200 helai yang akan dijadikan yang  10 helai daun untuk tiga sendok makan sari alpukat

3.4         Pengolahan Data
Pengolahan data di lakukan dengan cara proses pembuatan sari daun alpukat untuk dapat secara mudah  dikomsumsi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sederhana

3.5        Analisa data
Data yang telah diolah dianalisa dengan cara proses pembuatan sari daun alpukat untuk dapat dapat dikomsumsi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sederhana

3.6        Penyajian data
Data disajikan dalam bentuk
a.       proses pembuatan sari daun alpukat untuk dapat dapat dikomsumsi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sederhana, dan sejarah, taksonomi, kandungan dan mamfaat dan daun alpukat
b.      sebanyak 10 helai daun alpukat setelah dihaluskan didapat 3 sendok makan sari daun  alpukat yang telah halus,
c.       daun alpukat  yang telah dipotong-potong  menjadi kecil dirasakan kering setelah dijemur selama seminggu,
d.      daun alpukat yang masih kelihatan besar dipotong-potong lagi menjadi ukuran yang  halus,
e.       daun alpukat sebaiknya diminum apabila tensi normal atau lebih jangan dibawah normal dan diminum apabila adannya gejala seperti diatas



















































BAB 1V
HASIL PENELITIAN


4.1       Model kemasan yang akan dibuat

4.1.1    Model kemasan plastiks

BUBUK  SARI ALPUKAT ASLI
CAP
BINTANG  TIGA




KELUARAN
GUCI
Jl.guci,belakang masjid  raya,kinari
NO HP
085272846593
081363979605
Nagari kinari
Komposisi:100%  daun alpukat
halal


Keterangan :
1.      Plastik dibutuhkan  sebagai model tidak perlu banyak
2.      Supaya bahan-bahan untuk model tidak terbuang percuma(fujisol,reket,cat minyak)
3.      Biaya model untuk dipakai 75000
4.      Biaya fujisol, reket,cat minyak kira-kira 150000
5.      Biaya 75000 untuk satu kilo plastik seperempat
6.      Diharuskan membuat minimal 3 kilo
7.      Model ini tidak jadi dibuat karena keterbatasan biaya
8.      Model ini tidak jadi dibuat karena hanya butuh kira-kira 10 buah plastik tentunya selebihnya terbuang percuma

4.2        Model kemasan saringan
(gambarnya pada lampiran 2)
Keterangan:
1.      bungkusnya  diambil dari bungkus lain
2.      Bungkusnya itu dipotong bagian atas
3.      Dikeluarkan isinya lebih dahulu
4.      Masukkan sari daun alpukat yang telah dihaluskan
5.      Kedua ujung yang terbuka disatukan dengan kertas nasi (supaya aman dikomsumsi)
6.      Bagian ini masih ada kelemahan yaitu getahnya lepas apabila dicelupkan dalam air
7.      Butuh penelitian dan bimbingan lebih lanjut supaya dapat digunakan

4.3       Model kemasan tali bagian atas
(gambarnya pada lampiran 4)

4.4.      Cara Kerja
4.4.1    Pembuatan air perasan daun alpukat (Persea americana miller)/
(Gambarnya pada lampiran 1)
a.    Daun alpukat sebanyak 200 dikelompokkan 10 helai helai untuk menjadi 3 sendok makan / secukupnya dibersihkan.
b.    Daun alpukat dipotong halus-halus
c.    Setelah daun alpukat dipotong kemudian dijemur diterik matahari
d.   Daun alpukat dijemur sampai kering
e.    Daun alpukat yang kering kemudian ditumbuk sampai halus
f.     Setelah daun alpukat halus kemudian dimasukkan dalam toples/saringan

4.4.2    Pembuatan kemasan plastik
a.        Sediakan Plastik ukuran seperempat
b.      Cat semprot
c.       kertas model
d.      fujisol
e.       reket
f.       cat minyak
g.      pena
h.      pinsil
i.        kertas
j.        karet penghapus

4.4.3    Pembuatan kemasan saringan        
a.       model saringan
b.      kertas
c.       mesin print
d.      benang
e.       kertas saring

4.4.4    Tahap Pengemasan
a.         masukkan daun alpukat halus kedalam kertas saring
b.         masukkan dalam kemasan plastik berlogo
c.          sari daun alpukat yang telah halus dimasukkan dalam kertas saring, kemudian dimasukkan dalam bungkus plastik sebanyak 10 buah pada plastik  yang telah disediakan kemudian plastik ditutup rapat.

















































BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan

a.       sebanyak 10 helai daun alpukat setelah dihaluskan didapat 3 sendok makan sari daun  alpukat yang telah halus
b.      daun alpukat  yang telah dipotong-potong  menjadi kecil dirasakan kering setelah dijemur selama seminggus
c.       daun alpukat  yang masih kelihatan besar dipotong-potong lagi menjadi ukuran yang  halus
d.      daun alpukat sebaiknya diminum apabila tensi normal atau lebih jangan dibawah normal dan diminum apabila adannya gejala seperti diatas

5.1.2    Saran
a.         Air perasan daun alpukat dapat di rekomendasikan sebagai bahan obat, selain fungsinya sebagai anti bakteri dan mudah di dapat pada daerah tropis.
b.         Sebaiknya masyarakat yang menggunakan daun alpukat dengan takaran yang sesuai.
c.         Daun alpukat yang telah dihaluskan,dijemur , kering, kemudian, diambil satu sendok dicampur gula satu sendok kemudian dimasukkan dalam gelas yang telah berisi air panas, hal ini saya minum satu gelas setiap hari pengganti kopi
d.         Perlu penelitian selanjutnya untuk mengetahui efektifitas sari daun alpukat
e.         penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak berkenan membimbing / membantu saya untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi
           



f.          penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak berkenan menerima  saya diperusahaan pemerintah atau badan pemerintahan /LIPI  yang  bapak  / atau ibu pimpin atas pertimbangannya saya ucapkan terima kasih
           










DAFTAR PUSTAKA

Indrayani, Hetty Y. Sumiarsih, Emi. Alpukat. Jakarta : Penebar Swadaya, 1992. 

Sunarjono, Hendro. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Jakarta : Penebar Swadaya, 2008.

Mursito, Bambang. Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Jantung. Jakarta : Penebar Swadaya, 2007.

Tersono, Lukas. Tanaman Obat Dan Jus Untuk Mengatasi Penyakit Jantung, Hipertensi, Kolesterol, Dan Stroke. Jakarta : Agromedia pustaka, 2008.

Kanisius. Budidaya Dan Pemanfaatan Alpukat. Yogyakarta, 1997.


Yuniarti, Titin. Ensiklopedia Tanaman obat Tradisional. Yogyakarta : Pressindo, 2008.



Notoatmojo ,2003.pendidikan dan prilaku kesehatan,jakarta: rineka putra

andi citra adha 2009,  pengaruh pemberian ekstrak etanol daun alpukat (persea americana mill.) terhadap aktivitas diuretik tikus putih jantan sprague-dawley ,bogor: fakultas kedokteran hewan institut pertanian bogor

ade zuhrotun, s.si., apt,2007, aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji buah alpukat (persea americana mill.) jatinangor fakultas farmasi universitas padjadjaran



















Lampiran 1

Pembuatan air perasan daun alpukat (Persea americana miller)

a.       Daun alpukat sebanyak 200 helai/secukupnya dibersihkan.











b.    Daun alpukat dipotong halus-halus





















c.    Setelah daun alpukat dipotong kemudian dijemur diterik matahari











d.   Daun alpukat yang telah dijemur sampai kering























e.    Daun alpukat yang kering kemudian ditumbuk/diperas sampai halus












f.     Setelah daun alpukat halus kemudian dimasukkan dalam toples/saringan




































Lampiran 2

Model kemasan saringan








Lampiran 3


SUSUNAN TIM PENYUSUN
SARI DAUN ALPUKAT
(Persea americana miller) BAGI KESEHATAN



Ketua              : Masdalena,SKM
Pelindung        : Aibda Ardianto
Anggota          :
1.      Ns.Zukhri Ramazoldi,Skep
2.       Rosalina,Amd, Kep







Lampiran  4

Model  merek bagian atas tali saringan

sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci
sari daun alpukat
guci


Lampiran  5



     
DAFTAR RIWAYAT HIDUP                                

Saya yang bertanda tangan dibawah ini
Nama                           : Ns.  Zukhri  Ramazoldi, SKep     
Umur                           :  tahun
Tanggal lahir               : 19  juni 1984
Laki-laki/perempuan   : laki-laki
Bangsa                                    : Indonesia
Agama                         : Islam
Tempat tinggal            : Kinari

Menerangkan dengan sesungguhnya

PENDIDIKAN
1.      Tamatan SD 04 KINARI
2.      Tamatan SMPN 2  BUKIT SUNDI
3.      Tamatan SMA 1 BUKIT SUNDI
4.      Pernah memasuki STIKes FORT DE KOCK BUKIT TINGGI

PENGALAMAN BEKERJA

1.      STIKes NAN TONGGA LUBUK ALUNG
2.      Di klinik kebun teh MUARA LABUH
3.      RS BAKTI KESEHATAN MASYARAKAT  di PAINAN
4.      Promosi RS BAKTI KESEHATAN MASYARAKAT  di sekitar PESISIR SELATAN

Demikianlah daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya

                                   

Alamat            :
Desa kinari
Kecamatan bukit sundi
Kabupaten solok
Provinsi sumatra barat
HP       :
 085272846593
 081266347218
FB       :Antopen60@yahoo.com
email    : zukhri.ramazoldi@yahoo.com









Kinari,
Saya yang membuat






( Ns.  Zukhri  Ramazoldi, SKep )


lampiran  6

SELAMAT DATANG KE NAGARI KINARI