GUNA SARI DAUN ALPUKAT
(Persea
americana miller) BAGI KESEHATAN
Oleh :
Ketua:
Masdalena, SKM
Pelindung :
Aibda Ardianto
Anggota:
Ns. Zukhri Ramazoldi,Skep
Rosalina,Amd Kep
DAFTAR ISI
JUDUL
DAFTAR ISI........................................................................................................ 11
DAFTAR
LAMPIRAN..................................................................................... 111
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah........................................................................ 3
1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 3
1.3 Tujuan Penelitian................................................................................... 3
1.4 Mamfaat Penelitian........................................................................ ....... 3
1.5 Ruang lingkup Penelitian............................................................... ....... 3
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA 5
2.1 Sejarah daun alpukat............................................................................. 5
2.2 Taksonomi daun alpukat ...................................................................... 7
2.3 Kandungan daun
alpukat............................................................. ....... 8
2.4 Mamfaat daun alpukat................................................................... ..... 12
BAB III
METODE PENELITIAN.................................................................... 20
3.1 Tempat dan waktu penelitian.............................................................. 20
3.2 Populasi dan Sampel........................................................................... 20
3.3 Teknik pengolahan data...................................................................... 20
3.4 Anlisa data.......................................................................................... 20
3.5 Penyajian data ............................................................................. ..... 20
BAB IV
HASIL PENELITIAN........................................................................ 22
4.1 Model kemasan yang akan dibuat....................................................... 22
4.2 Cara kerja............................................................................................ 23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................................................ 24
5.1 kesimpulan.......................................................................................... 24
5.2 saran .............................................................................................. ..... 24
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran :
a.
Gambar pembuatan air perasan daun
alpukat
b.
Gambar model kemasan saringan
c.
Susunan tim penyusun sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
d.
Tabel model merek bagian atas tali
saringan
e.
Daftar riwayat hidup
f.
Selamat datang ke nagari KINARI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tumbuhan
merupakan keragaman hayati yang selalu ada di sekitar kita, baik itu yang
tumbuh secara liar maupun yang sengaja dibudidayakan. Sejak zaman dahulu,
tumbuhan sudah digunakan sebagai tanaman obat, walaupun penggunaannya
disebarkan secara turun-temurun maupun dari mulut ke mulut (Yuniarti, 2008 :
3).
Tanaman avocado
yang terkenal dengan nama alpukat (Persea americana miller) sangat
banyak di temukan di Indonesia. Walau bukan tanaman asli Indonesia, tetapi
keberadaannya tidak asing lagi bagi masyarakat. Tanaman alpukat dapat kita
jumpai pada daerah beriklim tropis (Hetty, 1992 : 5).
Tanaman ini
berasal dari Amerika Tengah, yaitu Meksiko, Peru, hingga Venezuela. Kini
alpukat telah menyebar ke seluruh dunia hingga Asia Tenggara, termasuk
Indonesia dan Filifina (Sunarjono, 2008 : 131).
Tanaman alpukat (Persea americana miller)
berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 15 Meter. Ranting tegak dan berambut
halus. Daun bulat berdesak-desakan di ujung ranting dengan bentuk bulat telur.
Buah berbentuk seperti bola lampu atau bulat telur yang licin dan berwarna
hijau atau hijau kekuningan. Terkadang buah berbintik, tanaman alpukat tumbuh
di daerah tropis beriklim sejuk dan basah. Perbanyakan tanaman alpukat dengan
biji dan okulasi pada tanah gembur dan subur (Mursito, 2007 : 40).
Buah alpukat (Persea americana miller) memiliki
kandungan lemak cukup tinggi, yakni berkisar antara 4% - 5% tergantung pada
varietasnya, tingkat ketuaan, dan lokasi tumbuhnya. Buah alpukat mengandung
banyak vitamin A, B, E, serta mineral yang umumnya lebih tinggi dari pada
buah-buahan lain. Nilai kolori buah alpukat (Persea americana miller)
hampir tiga kali kalori buah pisang ambon. Buah alpukat (Persea americana
miller) bahkan dinyatakan baik bagi penderita penyakit kencing manis (diabetes
melithus) dan kolesterol tinggi. Selain itu, bagian-bagian tanaman seperti
daun dan biji memiliki daya terapik yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit
(Kanisius, 1997 : 19).
Daun alpukat (Persea
americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai diuretik dan menghambat
pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp, Pseudomonas sp,
Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain itu, berkhasiat
untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala. Daun yang
dibuat teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran
pernapasan dan haid tidak teratur. Biji berkhasiat sebagai anti radang,
menghilangkan rasa sakit, menyembuhkan sariawan mulut, dan mengatasi diabetes
melitus. Bubuk biji dapat menyembuhkan bengkak karena radang (Tersono, 2008 :
42).
Kandungan zat
aktif yang terdapat di daun alpukat (Persea americana miller) adalah
flavonoid dan quersetin (Mursito, 2007 : 41).
Indonesia merupakan
negara yang terkenal akan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah. Beraneka
ragam tanaman dapat ditemukan di Indonesia. Hal tersebut didukung oleh iklim
tropis dan posisi strategis Indonesia yang dilewati olah garis khatulistiwa.
Kekayaan flora yang dimiliki tersebut kemudian banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari diantaranya sebagai tanaman obat.
Masyarakat Indonesia sejak dahulu kala telah melakukan serangkaian upaya
penanggulangan penyakit menggunakan bahan-bahan dari alam sebagai pengobatan
tradisional. Menurut Departemen Kesehatan RI, tanaman obat yaitu tanaman atau
bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau jamu; tanaman
atau bagian tanaman yang digunakan sebagai formula bahan baku obat; atau
tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksikan, dan ekstraksi tersebut digunakan
sebagai obat (Siswanto 1997).
Banyak orang beranggapan bahwa
penggunaan dari obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan dengan obat
sintetis atau buatan pabrik. Penggunaan obat tradisional semakin meningkat
diantaranya juga dikarenakan krisis ekonomi yang berpengaruh kepada daya beli
masyarakat terhadap obat sintetis atau buatan pabrik. Namun demikian bukan
berarti obat tradisional tidak memiliki efek samping yang merugikan. Untuk itu
perlu diketahui kandungan dan penggunaan yang optimal dari obat tradisional
tersebut. Berbagai jenis tanaman dengan berbagai tujuan pengobatan telah
dijadikan alternatif pengobatan bagi masyarakat yang kemudian didukung oleh
penelitian dari berbagai instansi. Beberapa tanaman yang telah populer antara
lain temulawak sebagai hepatitis dan entritis, kunyit sebagai antiseptik dan
untuk arthritis serta hepatitis, kumis kucing sebagai diuretik, dan banyak
lainnya (Katno dan S. Pramono 2009).
Pohon alpukat merupakan salah satu
tanaman yang populer di Indonesia selama ini dikenal hanya buahnya saja yang
dapat dimanfaatkan sedangkan daunnya hanya dianggap sebagai limbah oleh masyarakat.
Namun ternyata, daun alpukat merupakan
salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun ini
secara empiris dipercaya sebagai diuretik yaitu menambah volume urin yang
dihasilkan saat urinasi untuk mengurangi tekanan darah dan masalah batu ginjal
(Yuniarti 2008)
Diuretik dipercaya menjadi salah satu
cara yang ampuh untuk menangani masalah hipertensi dan batu ginjal dan
merupakan salah satu rekomendasi antihipertensi dari WHO tahun 2003 dan JNC (Japan
Nuclear Cycle Development Institute) VII (Anonim 2005a). Selain itu,
penelitian dan pengembangan tumbuhan obat yang berkhasiat diuretika ini
merupakan salah satu prioritas Departemen Kesehatan Republik Indonesia didalam
penggalian, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia
(Hembing 1992).
Karena mamfaatnya begitu banyak maka saya
tertarik untuk mempermudah mengkomsumsinya dalam bentuk saringan yang dapat
dicelupkan langsung untuk diminum oleh masyarakat, Untuk itu penelitian ini
dilakukan agar dapat memberikan nilai tambah bagi daun alpukat untuk
meningkatkan derajat kesehatan.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah
diuraikan diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
1.3
Tujuan Penelitian
Tujuan
umum
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran kegunaan sari daun
alpukat (persea americana miller) bagi kesehan
Tujuan kusus
a.
diketahuinya
distribusi frekuensi sejarah sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
b.
diketahuinya
distribusi frekuensi Taksonomi sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
c.
diketahuinya
distribusi frekuensi kandungan sari daun alpukat (persea americana miller) bagi kesehatan
d.
diketahuinya
distribusi frekuensi mamfaat alpukat (persea americana
miller) bagi kesehatan
1.4 Manfaat Penelitian
1. untuk dapat menambah wawasan dalam mengembangkan kemampuan penelitian.
2. Daun alpukat yang telah dihaluskan,dijemur ,kering,kemudian,diambil satu sendok dicampur
gula satu sendok kemudian dimasukkan dalam gelas yang telah berisi air
panas,hal ini saya minum satu gelas setiap hari pengganti kopi
3. Untuk memberi informasi dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari
kepada masyarakat tentang khasiat perasan sari
daun alpukat (Persea americana miller) bagi kesehatan
4. Diharapkan dengan adanya penelitian ini menambah pengetahuan tentang
kesehatan bagi masyarakat.
5. Dapat dijadikan rujukan referensi bagi penelitian selanjutnya yang
sejenis
6. penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak berkenan
membimbing / membantu saya untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam
lagi
7. penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak berkenan
menerima saya bekerja diperusahaan
pemerintah atau badan pemerintahan /LIPI
yang bapak / atau ibu pimpin atas pertimbangannya saya
ucapkan terima kasih
1.5
Ruang lingkup penelitian
Penelitian ini dengan judul sari daun alpukat (persea americana miller) bagi
kesehatan sub variabel dari penelitian ini adalah sejarah, toksonomi, kandungan
dan mamfaat sari daun alpukat, penelitian ini dilakukan bulan februari 20013, dengan
sampelnya daun alpukat
BAB II
TINJAUAN
KEPUSTAKAAN
2.1 Sejarah Alpukat
Nama apokat atau avokad (dari bahasa
Inggris, avocado) berasal dari bahasa Aztek, ahuacatl (dibaca kira-kira "awakatl"). Suku Aztek berada
di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Karena itu, buah ini pada awalnya dikenal
di daerah tersebut, Pada saat pasukan Spanyol memasuki wilayah tersebut sekitar awal abad
ke-16, berbagai tumbuhan dari daerah ini, termasuk apokat, diperkenalkan kepada
penduduk Eropa, Orang pertama yang memperkenalkan buah apokat kepada penduduk
Eropa yaitu Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol.
Dia memperkenalkan buah ini pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat
yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga
memperkenalkan kakao, jagung, dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah apokat
mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
Apokat diperkenalkan ke Indonesia oleh
Belanda pada abad ke-19. Anda tentu sudah mengetahui buah alpukat
(Persea Americana) yang berwarna hijau tua dan buah dagingnya berwarna hijau
muda dan empuk. Namun apakah anda sudah mengetahui bahwa manfaat biji
alpukat bagi kesehatan juga sangat baik, jadi bukan hanya daging buahnya
yang lezat dan bermanfaat untuk kesehatan kita. Alpukat ini merupakan salah
satu tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan mulai
diperkenalkan di Indonesia sekitar abad ke 19 pada saat pemerintahan colonial
Belanda. Nah di bawah ini adalah beberapa manfaat dari biji alpukat yang bisa
kita dapatkan dengan mengkonsumsinya. Alpukat atau dalam lainnya dikenal dengan nama Persea Americana
adalah jenis tanaman pekarangan yang berasal dari meksiko dan amerika
tengah.Tanaman ini mulai diperkenalkan di Indonesia sekitar abad ke 19 oleh
pemerintahan Kolonial belanda.Hingga saat ini,tanaman alpukat sudah berkembang
dan memiliki beberapa varietas unggulan.Tanaman Alpukat memiliki sejarahnya
sendiri yang memang menarik untuk di ketahui.Nama alpukat konon berasal dari
bahasa Aztek yaitu 'ahuacatl' (dibaca 'awakatl'),satu bahasa yang digunakan
oleh suku Aztek yang bermukim di wilayah amerika tengah,dan di percaya bahwa
tanaman ini awalnya memang berasal dari daerah ini. Pada abad ke 16,dimana pasukan spanyol memasuki wilayah
amerika,buah alpukat mulai diperkenalkan ke pasar eropa oleh Salah satu
pemimpin pasukan yang bernama Martin Fernandez Enciso.maka sejak periode
tersebut,buah alpukat mulai dikenal dan dikonsumsi olah masyarakat eropa.
Ciri
ciri tanaman alpukat : Tinggi pohon
alpukat bisa mencapai 20 m. Ukuran
daun 12 s/d 25 cm. Bunga tersembunyi
dengan warna hijau kekuningan dan memiliki ukuran 5-10 mm.Buah bertipe
buni,memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu
kecoklatan.Buah tumbuh tergantung pada varietasnya.Daging buah alpukat berwarna
hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji. Daging buah memiliki tekstur lembut subtropis beriklim sejuk dan basah Perbanyakan tanaman alpukat
dengan biji dan okulasi pada tanah gembur dan subur (Mursito, 2007 : 40).
Buah
alpukat (Persea americana miller) memiliki kandungan lemak cukup tinggi,
yakni berkisar antara 4% - 5% tergantung pada varietasnya, tingkat ketuaan, dan
lokasi tumbuhnya. Buah alpukat mengandung banyak vitamin A, B, E, serta mineral
yang umumnya lebih tinggi dari pada buah-buahan lain. Nilai kolori buah alpukat
(Persea americana miller) hampir tiga kali kalori buah pisang ambon.
Buah alpukat (Persea americana miller) bahkan dinyatakan baik bagi
penderita penyakit kencing manis (diabetes melithus) dan kolesterol
tinggi. Selain itu, bagian-bagian tanaman seperti daun dan biji memiliki daya
terapik yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit (Kanisius, 1997 : 19). Daun
alpukat (Persea americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai
diuretik dan menghambat pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus
sp, Pseudomonas sp, Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain
itu, berkhasiat untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit
kepala. Daun yang dibuatseperti
teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran pernapasan
dan haid tidak teratur. Biji berkhasiat sebagai anti radang, menghilangkan rasa
sakit, menyembuhkan sariawan mulut, dan mengatasi diabetes melitus. Bubuk biji
dapat menyembuhkan bengkak karena radang (Tersono, 2008 : 42).
Kandungan
zat aktif yang terdapat di
daun alpukat (Persea americana miller) adalah flavonoid dan quersetin
(Mursito, 2007 : 41). quersetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses
oksidasi dari Low Densitys
alat vegetatif, pada batasnya terdapat daun berbentuk tunggal dan tersusun
dalam bentuk spiral. Daun alpukat disebut daun tidak lengkap karena hanya
terdiri dari tangkai dan helaian saja, tanpa upih atau pelepah daun. Bagian
tanaman yang berfungsi sebagai alat pengambilan dan pengolahan zat-zat makanan
serta alat penguapan air dan pernapasan, daun berwarna hijau tua dan pucuk
hijau muda sampai agak kemerahan (Indriani dan Sumiarsih, 1992 : 2).
2.2 Taksonomi Daun Alpukat
Berdasarkan taksonominya tanaman ini
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Laurales
Family : Lauraceae
Genus : Persea
Spesies : Persea americana miller
(Kanisius, 1997 : 17).
Daun tumbuh berdesakan di ujung
ranting. Bentuk daun ada yang bulat telur atau menjorong dengan panjang 10-20
cm, lebar 3 cm, dan panjang tangkai 1,5-5 cm. bunga berbentuk malai, tumbuh
dekat ujung ranting dengan jumlah banyak, garis tengah 1-1,5 cm, warna putih
kekuningan, berbulu halus. Buah berbentuk bola berwarna hijau atau hijau
kekuningan dan biji berbentuk bola (Tersono, 2008 : 42).
Daun merupakan bagian tanaman yang
berfungsi untuk mempertahankan kehidupan mengingat fungsinya tersebut, maka
alat ini sering disebut dengan alat vegetatif, pada batasnya terdapat daun
berbentuk tunggal dan tersusun dalam bentuk spiral. Daun alpukat disebut daun
tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja, tanpa upih
atau pelepah daun. Bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat pengambilan dan
pengolahan zat-zat makanan serta alat penguapan air dan pernapasan, daun
berwarna hijau tua dan pucuk hijau muda sampai agak kemerahan (Indriani dan
Sumiarsih, 1992 : 2).
Tumbuhan merupakan keragaman hayati yang
selalu ada di sekitar kita, baik itu yang tumbuh secara liar maupun yang
sengaja dibudidayakan. Sejak zaman dahulu, tumbuhan sudah digunakan sebagai tanaman
obat, walaupun penggunaannya disebarkan secara turun-temurun maupun dari mulut
ke mulut (Yuniarti, 2008 : 3).
Tanaman avocado yang terkenal dengan
nama alpukat (Persea americana miller) sangat banyak di temukan di
Indonesia. Walau bukan tanaman asli Indonesia, tetapi keberadaannya tidak asing
lagi bagi masyarakat. Tanaman alpukat dapat kita jumpai pada daerah beriklim
tropis (Hetty, 1992 : 5).Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah, yaitu
Meksiko, Peru, hingga Venezuela. Kini alpukat telah menyebar ke seluruh dunia
hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Filifina (Sunarjono, 2008 : 131).
Tanaman alpukat (Persea americana
miller) berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 15 Meter. Ranting tegak
dan berambut halus. Daun bulat berdesak-desakan di ujung ranting dengan bentuk
bulat telur. Buah berbentuk seperti bola lampu atau bulat telur yang licin dan
berwarna hijau atau hijau kekuningan. Terkadang buah berbintik, tanaman alpukat
tumbuh di daerah tropis, Buah Alpukat ini juga sering disebut juga dengan nama
apokat. Pohon Alpukat ini berasal dari negara Meksiko dan negara Amerika
Tengah. Tinggi Pohon Alpukat bisa mencapai hingga 20 m. Bunga tumbuhan Alpukat
berwarna hijau kekuningan. Daging buah Apokat bertekstur lembut. Buah Alpukat
sering kali dijadikan sebagai jus, namun juga memiliki banyak manfaat untuk
kesehatan dan bisa juga untuk pengobatan dan kecantikan kulit
2.3 Kandungan daun alpukat
2.3.1 Flavonoid
Flavonoid
dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk
mencegah kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur
sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos
tulang, dan sebagai antibiotik. Flavonoid dapat berperan secara langsung
sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri
dan virus.
Flavonoid
dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk
mencegah kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur
sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos
tulang, dan sebagai antibiotik. Flavonoid dapat berperan secara langsung
sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri
dan virus.
Flavonoid
adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang
ditemukan di alam dan terkandung pada tumbuhan, baik di daun, batang, buah
maupun bunga. SENYAWA FLAVONOID merupakan senyawa metabolit sekunder yang terdapat
pada tanaman hijau, kecuali alga. Pada umumnya flavonoid terdapat pada tumbuhan
tingkat tinggi (Angiospermae) dan terdapat pada hampir semua bagian
tanaman. Sebagai pigmen bunga flavonoid berperan sebagiai penarik serangga
yaitu untuk menyerbuk bunga
Flavonoid
yang terkandung dalam tumbuhan dapat diekstraksi dengan berbagai macam pelarut.
Pemilihan pelarut biasanya didasarkan atas kepolaran pelarut yang disesuaikan
dengan flavonoid. Flavonoid bersifat polar sehinggan
mudah larut dalam pelarut polar seperti: air, etanol,
aseton, butanol, dll. Flavanoid
adalah senyawa yang dapat menguap dengan mudah jika berada dalam kondisi murni
istilah flavonoida diberikan untuk
senyawa-senyawa fenol yang berasal dari kata flavon, yaitu nama salah satu
jenis flavonoida yang terdapat dalam jumlah besar dalam tumbuhan.
Senyawa-senyawa flavon ini mempunyai kerangka 2-fenilkroman, dimana posisi orto
dari cincin A dan atom karbon yang terikat pada B dari cincin
1,3-diarilpropanan dihubungkan oleh jembatan oksigen sehingga membentuk cincin
heterosiklik Flavonoid yang lazim adalah flavon, flavonol, flavanon, isoflavon, dan khalkon. Flovonoid tersusun dari dua cincin
aromatis yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga dengan
susunan C6-C3-C6. Senyawa flavanoid sering ditemukan dalam bentuk glikosida.Flavonoid merupakan sejenis senyawa fenol
terbesar yang ada, senyawa ini terdiri dari lebih dari 15 atom karbon yang
sebagian besar bisa ditemukan dalam kandungan tumbuhan.Flavonoid juga dikenal
sebagai vitamin P dan citrin, dan merupakan pigmen yang diproduksi oleh
sejumlah tanaman sebagai warna pada bunga yang dihasilkan.Bagian tanaman yang
bertugas untuk memproduksi flavonoid adalah bagian akar yang dibantu oleh
rhizobia, bakteri tanah yang bertugas untuk menjaga dan memperbaiki kandungan
nitrogen dalam tanah.
Manfaat utama flavonoid dalam tubuh manusia
adalah sebagai antioksidan yang bisa menghambat proses penuaan dan mencegah
berkembangnya sel kanker.
Selain itum flavonoid juga berfungsi sebagai :
1. melindungi struktur sel dalam tubuh
2. meningkatkan penyerapan dan
penggunaan vitamin C dalam tubuh
3. sebagai obat anti inflamasi
4. mencegah pengeroposan tulang
5. sebagai antibiotik
6. sebagai antivirus, bahkan fungsinya
sebagai antivirus HIV/AIDS telah banyak diketahui dan dipublikasikan
7. mengahambat pertumbuhan kolesterol
jahat LDL dalam darah
8. mencegah terjadinya atherosklerosis,
suatu keadaan di mana dinding arteri menjadi lebih tebal
9. membantu meningkatkan sistem
kekebalan tubuh
11. untuk mengobati beberapa macam
penyakit
Salah satu jenis
tanaman yang dipercaya dan terbukti memiliki kandungan flavonoid yang cukup
tinggi adalah tanaman cokelat. (nn)
2.3.2
Querstin
Quersetin
adalah senyawa kelompok flavonol terbesar, quersetin dan glikosidannya berada
dalam jumlah sekitar 60-75% dari flavonoid. Quersetin dipercaya dapat
melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah
terjadinya proses peroksidasi lemak, Quersetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi dari Low Density
lipoproteins (LDL) dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam
transisi makanan yang telah digoreng atau dimasak memiliki kandungan kuersetin
yang lebih rendah,pemasakan dapat menyebabkan terjadinyanya proses dedgradasi
oleh panas dan dapat melarutkan kuersetin dari air yang mendidih (www.q=flavonoid+quersetin).
Daun merupakan
bagian tanaman yang berfungsi untuk mempertahankan kehidupan mengingat
fungsinya tersebut, maka alat ini sering disebut dengan alat vegetatif,
padabatasnya terdapat daun berbentuk tunggal dan tersusun dalam bentuk spiral.
Daun alpukat disebut daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan
helaian saja, tanpa upih atau pelepah daun. Bagian tanaman yang berfungsi
sebagai alat pengambilan dan pengolahan zat-zat makanan serta alat penguapan
air dan pernapasan, daun berwarna hijau tua dan pucuk hijau muda sampai agak
kemerahan (Indriani dan Sumiarsih, 1992 : 2
Daun alpukat (Persea
americana miller) rasanya pahit berkhasiat sebagai diuretik dan menghambat
pertumbuhan beberapa bakteri seperti Staphylococcus sp, Pseudomonas sp,
Proteus sp, Escherichea sp, dan Bacillus sp. Selain itu, berkhasiat
untuk menyembuhkan kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala. Daun yang
dibuat teh dapat menyembuhkan nyeri saraf, nyeri lambung, bengkak saluran pernapasan
dan haid tidak teratur (Tersono, 2008 : 42).
2.3.3
Polifenol
Polifenol
adalah sub-kelompok fitonutrien yang ditemukan dalam makanan seperti bawang, teh, anggur dan
kacang-kacangan tertentu. Polifenol alami melindungi tanaman melawan patogen, parasit dan predator, dan sering
berkontribusi pada rasa dan warna buah dan sayuran. Penelitian lebih lanjut
diperlukan untuk menentukan dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Polifenol adalah kelompok zat kimia
yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini
memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol
dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam
memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur.
Pada beberapa
penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan.
Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol
dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
Polifenol
dapat ditemukan pada kacang-kacangan, teh hijau, teh putih, anggur
merah, anggur
putih, minyak zaitun
dan turunannya, cokelat
hitam, dan delima.Kadar polifenol
yang lebih tinggi dapat ditemukan pada kulit buah
seperti pada anggur, apel,
dan jeruk.Polifenol (polyphenol)
merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan dan bersifat
antioksidan kuat.
Polifenol
adalah kelompok antioksidan yang secara alami ada di dalam sayuran (brokoli,
kol, seledri), buah-buahan(apel, delima, melon, ceri, pir, dan stroberi),
kacang-kacangan (walnut, kedelai, kacang tanah), minyak zaitun, dan minuman
(seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red wine). Polifenol umumnya banyak
terkandung dalam kulit buah, sehingga ada benarnya kalau kita dihimbau untuk
mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya.Polifenol ini berperan melindungi
sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara mengikat radikal
bebas sehingga mencegah proses inflamasi dan peradangan pada sel tubuh. Polifenol juga bermanfaat menurunkan
risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, alzheimer, dan
kanker.Senyawa polifenol terdiri dari beberapa subkelas yakni, flavonol,
isoflavon (dalam kedelai), flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan.
Turunan dari katekin seperti epikatekin, epigalo-katekin, apigalo-katekin
galat, dan quercetin umumnya ditemukan dalam teh dan apel. Dua unsur terakhir
merupakan antioksidan kuat, dengan kekuatan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan
vitamin C dan vitamin E yang dikenal sebagai antioksidan potensial. Jenis
polifenol lain adalah tanin (terkandung dalam teh dan cokelat), yang sedang
hangat diperbincangkan di dunia kesehatan. Yang paling sering diperbincangkan
adalah katekin, quercetin dan tannin yang sedang naik daun,termasuk yang peling mudah kuingat.Semua
jenis teh mengandung polifenol dalam bentuk epigallocatechin gallate
(EGCG).
Tumbuhan yang hidup disekitar kita memiliki kandungan kimia yang unuk. Kimia bahan alam
yangmerupakan hasil dari metabolisme sekunder. Bahan kimia yang dimaksud biasanya di gunakan manusia untuk
memenuhi kebutuhannya dalam bidang farmasi. Salah satu kelompok senyawa yang banyak memberikan
manfaat bagi manusia adalah polifenol. Senyawa yang termasuk kedalam
polifenol ini adalah semua senyawa yang memiliki struktur dasar berupa fenol.
Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini
memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Fenol
sendiri merupkan struktur yang terbentuk dari benzenate rsubtitusi dengan gugus OH yang
terkandungmerupakan aktivator yang kuat dalamreaksi subtitusi aromatik
elektrofilik (Fessenden,1982).
Fenol Polifenol dapat diklasifikasikan
menjadi beberpa jenis berdasarkan unit basanya(Wikipedia.com)antara lain Asam
Galia, Asam Sinamat, dan Flavon. Selain itu senyawa-senyawa polifenol
jikaberdasarkan komponen penyusun fenolnya dapaat dibagi menjadi Fenol, pyrocatechol,
pirogallol,resorsinol, floroglucinol, dan hidroquinon. Jenis-jenis diatas akan
dibahas dalam makalah ini. Selainitu juga makalah ini juga akan membahas salah satu contoh
senyawa polifenol yang ada didalam teh yang sering kita
konsumsi. Senyawa yang dimaksud antara lain epicatechin dan
epigallocatechin. Senyawa ini akandibahs tentang reaksi
oksidasi dan biosintesis dari turunan epigallocatechin yangberupa senyawa
Epigallocatechin gallate (EGCG).Kerena polifenol banyak dimanfaatkan oleh manusia dan sebagian
telah diproduksi dengan cara disintesis secara
industri sebagai obat. Itulah sebabnya kita akan membahas tentang beberapa
contoh dan fungsi-fungsi senyawa polifenol. KLASIFIKASI POLIFENOL
Berdasarkan Unit basa. Polifenol jika diklasifikasikan
berdasarkan unit basanya di bagi menjadi kelompok 3 kelompok besar yaitu asam
galic, polivenol, Flavon, asam sinamat.Asam GalicSenyawa ini memiliki struktur
benzen yang tersubtitusi dengan 3 gugus OH dan satu gugus Karboksilat.
Contohnya seperti jenis hydrolyzabletannins yang merupakan jenis tanin
yangdapat larut di dalam ai rmembentuk asam gallic dan asam
protocatechuic dan gula. Contoh jenis ini adalah gallotanin
(Anonim, 2009).
2.3.4
Mamfaat
daun alpukat
a. Batu Ginjal
Daun alpukat berperan sebagai diuretik,
karena daun alpukat memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengeluaran jumlah urin,dosis
optimum ekstrak daun alpukat untuk peningkatan pengeluaran jumlah urin adalah
dosis 100 mg/kg bb
(Andi citra adha.2009).
Ambil
tujuh helai daun alpukat segar, seduh dengan setengah gelas air panas. Minum
dua kali sehari pagi dan sore, hingga batu ginjal keluar. Bahan yang diperlukan
: ambil 4 lembar daun alpokat, kemudian 3 buah rimpang teki, siapkan juga 5
tangkai daun randu, lalu setengah biji pinang, 1 buah pala dan 3 jari gula
enau. Cara membuat ramuan : semua
bahan dicuci hingga lalu direbus dengan menggunakan 3 gelas air bersih sampai
mendidih dan tersisa kira kira 2 1/4 gelas. Setelah ramuan dingin kemudian
disaring lalu diminum 3 x 3/4 gelas.
Ambil tujuh helai daun alpukat segar, seduh
dengan setengah gelas air panas. Minum dua kali sehari pagi dan sore, hingga batu ginjal keluar.Batu ginjal Batu Ginjal Ambil tujuh helai daun alpukat segar,
seduh dengan setengah gelas air panas.Minum dua kali ehari pagi dan sore, hingga batu ginja lkeluar.Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus
atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Kencing
batu: :4 lembar daun alpukat, 3 buah rimpang rumput teki, 5 tangkai daun
randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula aren.3 gelas air. Cara membuatnya : Semua bahan dicuci sampai bersih lalu rebus hingga
air tersisa 2,25 gelas. Setelah dingin, saring dan minum pada pagi, siang dan
sore masing-masing 3/4 gelas (sehari 3x3/4 gelas) Buah Alpukat Untuk Obat
b. Menghaluskan
Kulit
Vitamin E dan vitamin A Vitamin E dikenal sebagai vitamin
yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat
berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit
menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda , segar
dan bercahaya. Buah alpukat
dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air
hangat selama sekitar 30 menit.b. Haluskan setengah buah alpukat matang, lalu
campurkan dengan sebutir kuning telur dan setengah cangkir susu. Aduk rata, dan
gunakan sebagai susu pembersih. Sesudahnya gunakan toner pembersih yang sesuai
dengan kulit wajah Anda Buah alpukat dilumatkan, balurkan pada wajah dan tangan
yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama sekitar 30 menit. Haluskan setengah
buah alpukat matang, lalu campurkan dengan sebutir kuning telur dan setengah
cangkir susu. Aduk rata, dan gunakan
sebagai susu pembersih. Sesudahnya
gunakan toner pembersih yang sesuai
dengan kulit wajah Anda. Menghaluskan Kulit Buah alpukat dilumatkan,
balurkan pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat selama
sekitar 30 menit.b. Haluskan setengah buah alpukat matang, lalu campurkan
dengan sebutir kuning telur dan setengah cangkir susu. Aduk rata, dan gunakan
sebagai susu pembersih. Sesudahnya gunakan toner pembersih yang sesuai dengan
kulit wajah Anda.
Menghaluskan kulit : Haluskan buah alpukat dan setelah itu balurlah merata selama 30 menit pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat
Menghaluskan kulit : Haluskan buah alpukat dan setelah itu balurlah merata selama 30 menit pada wajah dan tangan yang sudah dibersihkan dengan air hangat
c. Kulit Wajah
Kering
Sebuah
alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada wajah. Gunakan sebagai
masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit. Setelah kering, cuci wajah
dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es batu. Lakukan pada malam hari
sebelum tidur. Bahan yang diperlukan : Buah alpukat yang sudah masak Cara membuat : diambil daging buahnya
kemudian dilumatkan hingga menyerupaii bubur. Pakailah untuk masker, yait
dengan cara memoles bagian muka yang kering. Selanjutnya muka yang sudah
dimasker tadi dibasuh dengan menggunakan air setelah lapisan masker alpokat
tersebut mengering. Sebuah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata
pada wajah. Gunakan sebagai masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit.
Setelah kering, cuci wajah dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es
batu. Lakukan pada malam hari sebelum tidur. Kulit muka kering : buah dibuat bubur, dipakai sebagai masker..Kulit Wajah Kering Sebuah alpukat dilumatkan sampai halus, balurkan merata pada
wajah. Gunakan sebagai masker dengan cara mengoleskannya selama 15 menit.
Setelah kering, cuci wajah dengan air hangat. Kemudian olesi wajah dengan es
batu. Lakukan pada malam hari sebelum tidur. Alpukat Untuk Kulit muka kering: Bahan yang diperlukan : Buah alpukat
yang sudah masak Cara
membuat : diambil daging buahnya kemudian dilumatkan hingga menyerupaii bubur.
Pakailah untuk masker, yait dengan cara memoles bagian muka yang kering.
Selanjutnya muka yang sudah dimasker tadi dibasuh dengan menggunakan air
setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.
d. Sakit
Pinggang
Lima
helai daun alpukat direbus dengan dua gelas air sampai airnya tinggal segelas.
Setelah diangkat, embunkan air tersebut semalam. Esok pagi baru diminum, lakukan hal in iselama seminggu.Sakit Pinggang Lima helai daun alpukat direbus dengan dua gelas air sampai airnya
tinggal segelas. Setelah diangkat, embunkan air tersebut semalam. Esok pagi
baru diminum, lakukan hal ini selama seminggu. Untuk sakit punggung : Rebus 5 helai daun alpukat dan 500 cc
air hangat tinggal setengahnya. embunkan semalaman dan minum keesokan harinya.
lakukan seminggu berturut-turut
e. Bengkak
Ambil
satu buah alpukat, lumatkan. Tambahkan sedikit air sampai seperti bubur, lalu
oleskan pada bagian tubuh yang sakit.BengkakAmbil
satu buah alpukat, lumatkan. Tambahkan sedikit air sampai seperti bubur, lalu
oleskan pada bagian tubuh yang sakit.
f. Hipertensi
Daun alpukat mengandung Mineral, mangan dan seng yang Dapat meredakan tekanan darah
tinggi dan dapat memantau denyut detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga Potasium
atau Kalium Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada
dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh
dan dapat menurunkan tekanan darah.Alpukat kaya akan mineral kalium, tapi
rendah kandungan natriumnya. Perbandingan ini mendorong suasana basa di dalam
tubuh kita.
Tiga
helai daun alpukat cuci bersih, seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin,
minum sekaligus satu kali sehari. Bahan yang dibutuhkan adalah 3 lembar daun
alpokat Cara pembuatannya adalah daun
dicuci hingga bersih kemudian diseduh dengan menggunakan 1 gelas air panas.
Biarkan hingga dingin lalu diminum sekaligus. Menurunkan resiko stroke dan serangan jantung.Karena alpukat merupakan
satu-satunya buah yang kaya lemak, bahkan kadarnya lebih dari dua kali
kandungan lemak dalam durian. Darah
tinggi: 3 lembar daun dicuci bersih
diseduh dengan 1 gelas air panas dan gelas pun ditutup. Setelah dingin
diminum sekaligus. Lakukan sehari sekali sampai terasa sembuh. HipertensiTiga helai daun alpukat cuci
bersih, seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, minumsekaligus satu
kali sehari. Buah Alpukat Untuk Darah tinggi : Bahan yang dibutuhkan adalah : 3 lembar daun alpokat Cara pembuatannya adalah daun dicuci
hingga bersih kemudian diseduh dengan menggunakan 1 gelas air panas. Biarkan
hingga dingin lalu diminum sekaligus.
g. Sariawan
Aduk
sebuah alpukat matang dengan dua sendok makan madu murni. Makan tiga kali
sehari.Sariawan Aduk sebuah alpukat matang dengan dua
sendok makan madu murni. Makan tiga kali sehari Sariawan. Daging buah yang masak dicampur dengan 2 sendok makan madu dilembutkan
lalu dimakan. Diberikan setiap hari sampai sembuh. Untuk Sariawan : Aduk sebuah alpukat matang dengan dua
sendok madu dan makan tiga kali sehari.
h. Penghitam rambut
Satu
buah alpukat dihaluskan dan dicampur dengan satu sendok teh air jeruk lemon.
Kemudian gosokkan pada rambut, tutup dengan topi atau handuk dan diamkan selama
satu jam. Selanjutnya bilas dengan air dan keramas seperti biasa. http://masjamal.blogdetik.com/2009/11/17/manfaat-daun-apukat/
i.
Gigi berlubang
Caranya
adalah pada bagian gigi yang berlubang dimasukkan dengan menggunakan bubuk biji
alpokat. Alpukat Untuk Sakit gigi berlubang: Caranya
adalah pada bagian gigi yang berlubang dimasukkan dengan menggunakan bubuk biji
alpokat, Sakit
gigi berlubang: bubuk biji alpokat dimasukkan pada gigi yang berlubang
j.
Kencing manis
(diabetes melitus)
Hasil penelitian uji aktivitas
antidiabetes ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat dengan pemberian
dosis berturut-turut 0,245 g/kg BB; 0,490 g/kg BB, dan 0,980 g/kg BB yang
diberikan secara oral pada tikus hiperglikemik dengan menggunakan metode uji
toleransi glukosa menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 0,980 g/kg BB dan
0,490 g/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus, sedangkan dosis 0,245
g/kg BB tidak menunjukkan efek yang berarti. Aktivitas hipoglikemik terjadi
mulai menit ke-30 pada dosis 0,490 g/kg BB dan dosis 0,980 g/kg BB dan semakin berlanjut
mendekati normal pada menit ke-90 dan 120 sedangkan pada dosis 0,245 g/kg BB
aktivitas hipoglikemik terjadi pada menit ke-60 dan 90 lalu kemudian menurun
pada menit ke-120.Pemberian variasi dosis ekstrak etanol biji buah alpukat
bentuk bulat menunjukkan bahwa
pada dosis 0,980 g/kg BB memberikan kadar glukosa darah terkuat (40,00%),
diikuti oleh dosis 0,490 g/kg BB (26,82%) dan dosis 0,245 g/kg BB (22,82%)
dengan taraf nyata 0,05. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa
peningkatan dosis ekstrak etanol biji buah alpukat dapat meningkatkan aktivitas
antidiabetes pada tikus yang dibuat hiperglikemik. Hasil skrining fitokimia
terhadap simplisia dan ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat
menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak etanol biji buah alpukat bentuk bulat
mengandung senyawa polifenol, tanin, flavonoid, triterpenoid, kuinon,
monoterpenoid dan seskuiterpenoid, sedangkan saponin hanya terdeteksi dalam
ekstrak. (ade
zuhrotun, s.si., apt,2007, aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji buah
alpukat (persea americana mill.)jatinangor fakultas farmasi universitas
padjadjaran)
Caranya
adalah Biji alpukat dipanggang di atas api kemudian dipotong menjadi
kecil-kecil, setelah itu biji yang telah di potong-potong tadi digodok dengan
menggunakan air bersih sampai airnya menjadi coklat.
kemudian disaring, lalu diminum setelah dingin. Sumber :contoh model terbaru. Blogspot .com
Buah Alpukat Untuk Kencing manis:Caranya adalah Biji alpukat
dipanggang di atas api kemudian dipotong menjadi kecil-kecil, setelah itu biji
yang telah di potong-potong tadi digodok dengan menggunakan air bersih sampai
airnya menjadi coklat.
kemudian disaring, lalu
diminum setelah dingin. Sumber : contoh model terbaru. blogspot.com
Apokat memiliki banyak manfaat. Bijinya digunakan
dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur. Batang pohonnya
dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna
warna cokelat pada produk dari bahan kulit. Daging buahnya dapat dijadikan
hidangan serta menjadi bahan dasar untuk beberapa produk kosmetik dan kecantikan. Selain itu, daging buah alpukat untuk
mengobati sariawan dan melembabkan kulit yang kering. Daun alpukat digunakan
untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur.
Di atas
adalah beberapa manfaat dari mengkonsumsi biji alpukat. Untuk mengkonsumsinya
ada banyak sekali cara yang bisa kita gunakan dan salah satunya adalah dengan
meminum rebusan dari biji alpukat. khasiat biji alpukat banyak sekali sebenarnya manfaat biji alpukat yang bisa kita dapatkan dan di atas adalah
sebagian dari banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsi biji
dari buah alpukat. Namun bukan hanya
untuk kesehatan saja, ternyata biji alpukat ini juga sering dimanfaatkan
sebagai bahan pewarna industry tekstil karena kualitas warna yang dihasilkan
dari biji alpukat ini cukup baik dan tahan lama atau bisa dikatakan tidak mudah
luntur
Manfaat
alpukat baik biji, batang, daun, dan buah Alpukat
bisa dimanfaatkan baik sebagai tanaman obat, industri, ataupun lainnya.Bagian
yang sering dimanfaatkan dari tanaman alpukat adalah Buah,Daun, dan Biji dan kulit
batang. Biji Alpukat digunakan
sebagai bahan pewarna pada industri tekstil, kualitas warna yang dihasilkan dari biji alpukat cukup baik dan
memiliki sifat tidak mudah luntur.Bagian batang dari pohon alpukat bisa dimanfaatkan
sebagai bahan baker,kulit pohon digunakan sebagai bahan perwarna coklat pada
produk dari bahan yang terbuat dari kulit.Daging buah dan daun banyak
dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Hampir setiap bagian dari pohon
alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar.
Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat
digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Alpukat termasuk buah yang
istimewa karena mengandung lemak 20-30 kali lebih banyak dibandingkan dengan buah-buahan
lainnya. Kandungan lemak ini dapat memberikan energi yang cukup ketika
dikonsumsi. Jenis lemak yang dikandungnya adalah lemak tak jenuh tunggal yaitu
asam oleat tunggal yang bersifat antioksidan kuat , yang kebetulan mudah
dicerna dan berguna bagi tubuh.
Dengan demikian, alpukat
menyedikan energi yang cukup tinggi dibalik rasanya yang gurih dan lezat serta
tidak pahit. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14
mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal
sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau
lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.Buah alpukat mengandung vitamin E
sebesar 3,4 mg/100 gr.
Berbeda dengan buah-buah lainnya,
alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit gula tetapi banyak mengandung
serat. Untuk kecukupan asupan vitamin E dari alpukat dibutuhkan kira-kira ½ kg,
dan untuk orang yang sakit dapat mengkonsumsi kira-kira 1 kg. Daya simpan
alpukat cukup lama sekitar 10 hari pada suhu kamar tetapi bila disimpan pada
suhu rendah (40C) bisa sampai 20 hari.
Buah dan daun buah alpukat
mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, serta tanin. Daun alpukat
mengandung polifenol, quersetin, dan gula alkohol. Alpukat juga mengandung
betakaroten, klorofil, vitamin E, dan vitamin B-kompleks yang berlimpah dalam
alpukat.
Jika dipilah, kandungan nutrisi
yang dikandung satu buah alpukat adalah sebagai berikut: 95 mg fosfor; 23 mg
kalsium; 1,4 mg zat besi; 9 mg sodium; 1,3 mg potasium; 8,6 mg niacin;
660 mg vitamin A; dan 82 mg vitamin C.
Selain kaya lemak, buah alpukat
juga kaya akan mineral yang kesemuanya berguna untuk mengatur fungsi tubuh dan
menstimulasi pertumbuhannya Juga, kandungan serat secara simultan membantu
proses pencernaan.
k.
Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati
yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol
darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi,
kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh
sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada
alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur
l.
makanan yang bisa meningkatkan kesuburan pada
wanita.
Hasil
penelitian menunjukkan.Konsumsi alpukat
dan salad dengan campuran minyak zaitun dapat membantu wanita mendapatkan
keturunan.. Hal ini berlaku khususnya bagi mereka yang tengah menjalani
program bayi tabungatauin-vitrofertilization(IVF).
m.
Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan
yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi.
Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan
n. Khasiat
Buah Alpukat berguna untuk membantu program diet
dimana sifat dari buah alpukat ini yang bisa
membantu menghilangkan lemak perut.Selain mengandung lemak nabati yang
tergolong sehat dan bermanfaat bagi tubuh,alpukat juga mengandung senyawa
fitonutrien. Senyawa ini berkemampuan
memerangi lemak perut dan menjadikannya susut dan rata. Ketika anda menkonsumsi buah alpukat,buah tersebut akan memasok
hormone pembakar lemak dalam tubuh yang akan membantu anda menghilangkan lemak
perut. Serat yang terkandung pada
buah alpukat juga bisa membuat kenyang lebih lama dan memiliki kemampuan
mengendalikan nafsu makan.Para ilmuan berpendapa,lemak tak jenuh yang terkandung dalam alpukat bisa meningkatkan hormon
penunda lapar yang disebut leptin.Hormon ini bisa merangsang otak untuk
berhenti makan.
o. Vitamin B6
Vitamin ini berkhasiat untuk
meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita
wanita setiap bulan. Pada wanita dapat meredakan rasa nyeri pada saat
menstruasi. Sebaiknya pada saat menstruasi anda perbanyak makan
alpukat biar rasa nyerinya hilang.
p. Zat besi dan tembaga
Dapat menambah darah. Zat besi
dan tembaga yang terkandung di dalamnya membantu proses regenerasi darah merah
dan mencegah anemia Dibawah ini adalah beberapa
khasiat alpukat untuk mengobati penyakit:
q. Menurunkan kolesterol jahat
Membantu menurunkan kadar
“kolesterol jahat”atau LDL dan menaikkan “kolesterol baik” atau HDL, sehingga
secara nyata menekan resiko stroke dan serangan jantung. Untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida
dapat dengan cara mengkonsumsi ½ - 1½ buah alpukat matang. Cara pemakaian: Buah
alpukat masak optimal dimakan dalam bentuk segar, konsumsi ini dilakukan setiap
hari.
r.
Sakit perut
dan disentri
Daun avokat segar 5 g; Rimpang
temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan
segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
s.
Bengkak karena
peradangan
bubuk dari biji secukupnya ditambahkan dengan
air bersih sampai menjadi bubur, kemudian dibalurkan pada bagian tubuh yang
bengkak.. Campuran teh dan buah alpokat:
untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri pada lambung, bengkak saluran
nafas, rasa nyeri syaraf(neuralgia) dan haid tidak teratur. (sumber : http://vizuhailinamaya.blogspot.com/2011/12/khasiat-buah alpukat.html)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode eksperimen , yaitu untuk mengetahui suatu gejala atau
pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu
(Notoatmojo, 2002 : 156).
3.2.1
Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1 Tempat
Penelitian
Penelitian
ini dilakukan di guci jl.lubuak dama kinari barat,kode pos 27382.
3.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian
ini telah di lakukan pada tanggal 2 Februari s/d 3 april 2012.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi
aadalah Keseluruhan objek yang diteliti (notoadmojo,2002).pada penelitian ini
yang menjadi populasi adalah alpukat
3.3.2 Sampel
Sampel
yang diambil adalah total sampling yaitu daun sebanyak 200 helai yang akan
dijadikan yang 10 helai daun untuk tiga
sendok makan sari alpukat
3.4 Pengolahan Data
Pengolahan
data di lakukan dengan cara proses pembuatan sari daun alpukat untuk dapat
secara mudah dikomsumsi dalam kehidupan
sehari-hari dalam bentuk sederhana
3.5 Analisa data
Data
yang telah diolah dianalisa dengan cara proses pembuatan sari daun alpukat
untuk dapat dapat dikomsumsi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sederhana
3.6 Penyajian data
Data disajikan dalam bentuk
a.
proses pembuatan sari daun alpukat
untuk dapat dapat dikomsumsi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sederhana,
dan sejarah, taksonomi, kandungan dan mamfaat dan daun alpukat
b.
sebanyak 10 helai daun alpukat
setelah dihaluskan didapat 3 sendok makan sari daun alpukat yang telah halus,
c.
daun alpukat yang telah dipotong-potong menjadi kecil dirasakan kering setelah
dijemur selama seminggu,
d.
daun alpukat yang masih kelihatan
besar dipotong-potong lagi menjadi ukuran yang
halus,
e.
daun alpukat sebaiknya diminum
apabila tensi normal atau lebih jangan dibawah normal dan diminum apabila adannya
gejala seperti diatas
BAB 1V
HASIL PENELITIAN
4.1 Model kemasan yang akan dibuat
4.1.1 Model kemasan plastiks
BUBUK SARI
ALPUKAT ASLI
CAP
BINTANG TIGA
KELUARAN
GUCI
Jl.guci,belakang masjid raya,kinari
Nagari kinari
Komposisi:100%
daun alpukat
halal
|
Keterangan :
1. Plastik dibutuhkan sebagai model tidak perlu banyak
2. Supaya bahan-bahan untuk model tidak
terbuang percuma(fujisol,reket,cat minyak)
3. Biaya model untuk dipakai 75000
4. Biaya fujisol, reket,cat minyak
kira-kira 150000
5. Biaya 75000 untuk satu kilo plastik
seperempat
6. Diharuskan membuat minimal 3 kilo
7. Model ini tidak jadi dibuat karena
keterbatasan biaya
8. Model ini tidak jadi dibuat karena
hanya butuh kira-kira 10 buah plastik tentunya selebihnya terbuang percuma
4.2 Model kemasan saringan
(gambarnya
pada lampiran 2)
Keterangan:
1. bungkusnya diambil dari bungkus lain
2. Bungkusnya itu dipotong bagian atas
3. Dikeluarkan isinya lebih dahulu
4. Masukkan sari daun alpukat yang telah
dihaluskan
5. Kedua ujung yang terbuka disatukan
dengan kertas nasi (supaya aman dikomsumsi)
6. Bagian ini masih ada kelemahan yaitu
getahnya lepas apabila dicelupkan dalam air
7. Butuh penelitian dan bimbingan lebih
lanjut supaya dapat digunakan
4.3 Model kemasan tali bagian atas
(gambarnya pada lampiran 4)
4.4. Cara Kerja
4.4.1 Pembuatan air perasan daun alpukat (Persea americana miller)/
(Gambarnya
pada lampiran 1)
a. Daun alpukat sebanyak 200 dikelompokkan 10 helai helai untuk menjadi 3
sendok makan / secukupnya dibersihkan.
b. Daun alpukat dipotong halus-halus
c. Setelah daun alpukat dipotong kemudian dijemur diterik matahari
d. Daun alpukat dijemur sampai kering
e. Daun alpukat yang kering kemudian ditumbuk sampai halus
f. Setelah daun alpukat halus kemudian dimasukkan dalam toples/saringan
4.4.2 Pembuatan kemasan plastik
a. Sediakan Plastik ukuran seperempat
b. Cat semprot
c.
kertas
model
d.
fujisol
e.
reket
f.
cat
minyak
g.
pena
h.
pinsil
i.
kertas
j.
karet
penghapus
4.4.3 Pembuatan kemasan saringan
a.
model saringan
b.
kertas
c.
mesin print
d.
benang
e.
kertas saring
4.4.4 Tahap
Pengemasan
a.
masukkan daun alpukat halus kedalam
kertas saring
b.
masukkan dalam kemasan plastik
berlogo
c.
sari daun alpukat yang
telah halus dimasukkan dalam kertas saring, kemudian dimasukkan dalam bungkus
plastik sebanyak 10 buah pada plastik
yang telah disediakan kemudian plastik ditutup rapat.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
a. sebanyak 10 helai daun alpukat setelah dihaluskan didapat 3 sendok
makan sari daun alpukat yang telah halus
b. daun alpukat yang telah
dipotong-potong menjadi kecil dirasakan
kering setelah dijemur selama seminggus
c. daun alpukat yang masih
kelihatan besar dipotong-potong lagi menjadi ukuran yang halus
d.
daun alpukat sebaiknya diminum
apabila tensi normal atau lebih jangan dibawah normal dan diminum apabila adannya
gejala seperti diatas
5.1.2 Saran
a.
Air perasan daun alpukat dapat di rekomendasikan sebagai
bahan obat, selain fungsinya sebagai anti bakteri dan mudah di dapat pada
daerah tropis.
b.
Sebaiknya masyarakat yang menggunakan daun alpukat dengan
takaran yang sesuai.
c.
Daun alpukat yang telah dihaluskan,dijemur , kering, kemudian,
diambil satu sendok dicampur gula satu sendok kemudian dimasukkan dalam gelas
yang telah berisi air panas, hal ini saya minum satu gelas setiap hari
pengganti kopi
d.
Perlu penelitian selanjutnya untuk mengetahui efektifitas sari
daun alpukat
e.
penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak
berkenan membimbing / membantu saya untuk melakukan penelitian yang lebih
mendalam lagi
f.
penelitian ini saya ajukan dengan harapan semoga ibu / bapak
berkenan menerima saya diperusahaan
pemerintah atau badan pemerintahan /LIPI
yang bapak / atau ibu pimpin atas pertimbangannya saya
ucapkan terima kasih
DAFTAR
PUSTAKA
Indrayani,
Hetty Y. Sumiarsih, Emi. Alpukat.
Jakarta : Penebar Swadaya, 1992.
Sunarjono,
Hendro. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah.
Jakarta : Penebar Swadaya, 2008.
Mursito,
Bambang. Ramuan Tradisional Untuk
Pengobatan Jantung. Jakarta : Penebar Swadaya, 2007.
Tersono,
Lukas. Tanaman Obat Dan Jus Untuk
Mengatasi Penyakit Jantung, Hipertensi, Kolesterol, Dan Stroke. Jakarta
: Agromedia pustaka, 2008.
Kanisius.
Budidaya Dan Pemanfaatan Alpukat.
Yogyakarta, 1997.
Yuniarti,
Titin. Ensiklopedia Tanaman obat
Tradisional. Yogyakarta : Pressindo, 2008.
Notoatmojo
,2003.pendidikan dan prilaku kesehatan,jakarta: rineka putra
andi citra adha 2009, pengaruh
pemberian ekstrak etanol daun alpukat (persea americana mill.) terhadap
aktivitas diuretik tikus putih jantan sprague-dawley ,bogor: fakultas kedokteran hewan institut pertanian
bogor
ade
zuhrotun, s.si., apt,2007, aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji buah alpukat
(persea americana mill.) jatinangor fakultas farmasi universitas padjadjaran
Lampiran 1
Pembuatan air perasan daun alpukat (Persea americana miller)
a.
Daun alpukat
sebanyak 200 helai/secukupnya dibersihkan.
b.
Daun alpukat
dipotong halus-halus
c.
Setelah daun
alpukat dipotong kemudian dijemur diterik matahari
d.
Daun alpukat yang
telah dijemur sampai kering
e.
Daun alpukat
yang kering kemudian ditumbuk/diperas sampai halus
f.
Setelah daun
alpukat halus kemudian dimasukkan dalam toples/saringan
Lampiran 2
Model kemasan saringan
Lampiran 3
SUSUNAN
TIM PENYUSUN
SARI DAUN ALPUKAT
(Persea
americana miller) BAGI KESEHATAN
Ketua :
Masdalena,SKM
Pelindung : Aibda Ardianto
Anggota :
1. Ns.Zukhri Ramazoldi,Skep
2. Rosalina,Amd, Kep
Lampiran 4
Model merek bagian atas tali saringan
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
sari daun alpukat
|
guci
|
Lampiran 5
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Saya yang
bertanda tangan dibawah ini
Nama :
Ns. Zukhri Ramazoldi, SKep
Umur :
tahun
Tanggal lahir :
19 juni 1984
Laki-laki/perempuan :
laki-laki
Bangsa :
Indonesia
Agama :
Islam
Tempat tinggal :
Kinari
Menerangkan
dengan sesungguhnya
PENDIDIKAN
1. Tamatan SD 04 KINARI
2. Tamatan SMPN 2 BUKIT SUNDI
3. Tamatan SMA 1 BUKIT
SUNDI
4. Pernah memasuki STIKes
FORT DE KOCK BUKIT TINGGI
PENGALAMAN BEKERJA
1. STIKes NAN TONGGA LUBUK
ALUNG
2. Di klinik kebun teh
MUARA LABUH
3. RS BAKTI KESEHATAN
MASYARAKAT di PAINAN
4. Promosi RS BAKTI
KESEHATAN MASYARAKAT di sekitar PESISIR
SELATAN
Demikianlah
daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya
Alamat :
Desa
kinari
Kecamatan
bukit sundi
Kabupaten
solok
Provinsi
sumatra barat
HP :
085272846593
081266347218
FB :Antopen60@yahoo.com
email :
zukhri.ramazoldi@yahoo.com
|
Kinari,
Saya yang membuat
( Ns.
Zukhri Ramazoldi, SKep )
|
lampiran 6
SELAMAT
DATANG KE NAGARI KINARI